Jakarta, GPriority.co.id – Meski dianggap jarang tampil di hadapan publik, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini membahas peluang hilirisasi kemenyan.
Dalam pidatonya, Gibran menyebut kini Indonesia sedang mendorong hilirisasi kemenyan yang memiliki nilai jual tinggi. Namun ia bingung, mengapa justru banyak yang menertawakan pembahasan tersebut.
“Saya ke Humbang Hasundutan. Disana ada pusat research dan di sana kita menemukan yang namanya kemenyan. Saya pernah bicara itu masalah hilirisasi kemenyan. Banyak yang ketawa,” ujarnya.
Gibran melanjutkan, banyak yang masih beranggapan jika kemenyan digunakan untuk dukun. Ia pun menyalahkan pendapat tersebut dan menyebut jika kemenyan sama berharganya dengan nikel. Bahkan brand parfum mahal sekelas Louis Vuitton (LV) dan Gucci pun menjadikan kemenyan sebagai salah satu notes parfum-nya.
“Kita dari dulu jualnya jual mentah. Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci, dan lain-lain, itu dari kemenyan. Kita jualnya mentah terus makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset, kita sediakan tempat yang baik untuk riset dengan alat-alat terkini,” ungkap Gibran lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menekankan pentingnya hilirisasi selain nikel, dengan tujuan agar Indonesia tidak terus-menerus menjual bahan mentah.
“Hilirisasi ini bukan hanya hilirisasi nikel dan lain-lain. Ada yang namanya hilirisasi kemenyan dan masih banyak lagi yang saya temukan di sana. Insha Allah tahun ini pusat riset itu akan diresmikan oleh pak presiden,” tuturnya.
Selain membahas terkait hilirisasi kemenyan, Gibran turut menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersifat adaptif, kolaboratif, serta berdasar pada realitas yang terjadi di lapangan.
Dirinya turut menyoroti berbagai tantangan yang terjadi, diantaranya terkait geopolitik, perubahan iklim, beserta disrupsi teknologi. Menurut Gibran, hal ini harus dihadapi bersama-sama. Elemen kepemimpinan pun harus mempunyai tujuan yang sama, utamanya dalam mendukung program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
