Bali Tetapkan Status Tanggap Darurat, Depok Memperpanjang WFH

Jakarta,Gpriority-Pemerintah Kota Bali menaikan status penanggulangan Covid-19 menjadi tanggap darurat yang sebelumnya yaitu siaga darurat. Keputusan ini terhitung dari tanggal 31 maret sampai 29 mei 2020.

Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam kererangan pers yang disampaikan melalui video streaming menjelaskan bahwa dengan dinaikannnya status menjadi tanggap darurat, maka Pemkot Bali, TNI, Polri dan juga elemen masyarakat lainnya agar melakukan upaya yang lebih keras dan juga lebih tegas untuk mencegah penyebaran covid-19 dalam rangka memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat.

Made Indra juga mengatakan bahwa keputusan mengenai tanggap darurat itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020, dan menyikapi hasil evaluasi terhadap perkembangan kasus corona di Bali dari sudut pandang resiko tingkat situasi lapangan. Ia juga menjelaskan peningkatan status ini tidak terlepas dari pekembangan kasus positif corona di Bali yang melonjak hampir dua kali lipat pada 30 maret kemarin.

Dalam keterangan pers tersebut, Dewa Made Indra juga mengumumkan bahwa saat ini jumlah kasus positif di Bali total menjadi 19 orang, bertambah 9 kasus dari sebelumnya 10 kasus pada hari minggu 29 maret. Dari 9 kasus positif tersebut satu orang adalah WNA dan 8 orang WNI. Made Indra juga menjelaskan bahwa 8 WNI tersebut adalah orang Bali dan tinggal di bali, yang mana 3 orangnya terjangkit karena berinteraksi jarak dekat dengan penderita positif. Sedangkan 5 kasus lainnya karena mereka baru datang dari luar Bali.

Karena itu Made Indra mengingatkan kepada warga Bali untuk mematuhi himbauan untuk menjaga jarak, mengurangi aktifitas di luar rumah, dan juga mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif mencuci tangan dengan disiplin, serta terus mengikuti informasi dari pemerintah

Selain Bali, Pemerintah Kota Depok juga memperpanjang sistem kerja di rumah atau Work From Home (WFH). Hal tersebut di utarakan oleh Wali Kota, Depok Mohammad Idris yang memperpanjang WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non ASN di Depok.

Awalnya kerja dari rumah berlaku pada tanggal 19 sampai 31 maret 2020, kemudian diperpanjang hingga 21 april 2020 mendatang. Langkah ini sehubungan dengan pandemik Covid-19 yang terus meningkat di Kota Depok dan juga di Indonesia.

Selama bertugas dari tempat tinggalnya, para pegawai Pemkot Depok baik ASN maupun non ASN diwajibkan tetap bertahan di tempat tinggal mereka. Indris juga turut mewajibkan mereka melaporkan kinerja mereka kepada atasan secara langsung.

Related posts