Jakarta, GPriority.co.id – Kebiasaan kretek leher saat pegal seringkali dilakukan oleh banyak orang. Meski terkesan hanya membunyikan leher, namun ada baiknya anda menghentikan kebiasaan tersebut.
Bukan tanpa alasan, kebiasaan kretek leher saat pegal ternyata bisa memicu stroke. Pengalaman tersebut dirasakan oleh KayLynne Felthager, seorang wanita asal Amerika Serikat.
Dilansir dari postingan Facebook Stroke Awareness Foundation, KayLynne mulai merasakan sakit kepala saat menyetir. Saat itu ia pun langsung meregangkan lehernya hingga berbunyi “krek” untuk mengurangi pegal.
Meski awalnya lega, namun beberapa detik kemudian ia mulai merasa nyeri parah di bagian leher dan tak kunjung hilang dalam beberapa hari. Ia bahkan sampai sulit menggerakkan kepalanya.
Lima hari kemudian, kondisi KayLynne tak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Penglihatan mata kanannya tiba-tiba hilang, sisi kanan tubuhnya mati rasa, hingga dirinya pun sulit berbicara. Melihat kondisinya tersebut, suami KayLynne pun langsung membawanya ke IGD.
Dari hasil pemeriksaan, KayLynne disebut mengalami robekan pembuluh darah arteri atau artery dissection. Hal tersebut memicu gumpalan darah yang mengalir ke otak dan menyebabkan stroke.
Menurut dokter yang menanganinya, kondisi tersebut kemungkinan terjadi usai KayLynne membunyikan leher dan muntah dengan sangat kuat.
Usai menjalani pengobatan dan pemulihan dalam beberapa bulan, beruntung KayLynne dinyatakan sembuh. Kini ia pun mengaku tak pernah lagi membunyikan lehernya.
“Aku tidak ingin menakut-nakuti siapa pun. Aku hanya membagikan apa yang terjadi padaku,” ucapnya.
Pengalaman tersebut sejalan dengan laporan American Stroke Association yang membeberkan beberapa bahaya membunyikan leher. Selain cedera pembuluh darah leher, kebiasaan ini juga bisa menyebabkan stroke hingga cedera saraf.
Selain itu, juga memicu ketidakstabilan sendi leher, memperparah gangguan tulang belakang bagi mereka yang memiliki kondisi tersebut, hingga menutupi penyebab sebenarnya dari nyeri leher. Oleh karena itu, kebiasaan ini tidak menyelesaikan akar masalah melainkan hanya menunda diagnosis.
Oleh karena itu, untuk mengatasi leher kaku, para ahli menyarankan untuk melakukan peregangan leher secara perlahan, memperbaiki postur saat bekerja atau saat menggunakan gadget, rutin bergerak setiap 30-60 menit jika duduk lama, melakukan latihan penguatan otot leher sesuai anjuran fisioterapis, hingga menggunakan kompres hangat bila kekakuan disebabkan ketegangan otot.
