Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang mengira rahasia hidup sehat hingga usia 80 atau bahkan 90 tahun terletak pada suplemen mahal atau pola makan tertentu.
Namun, seorang dokter spesialis geriatri mengungkapkan bahwa justru ada satu kebiasaan yang selalu dihindari oleh para lansia paling sehat, yakni terlalu merasa nyaman.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Stephanie Rogers, dokter spesialis geriatri, dalam sebuah video yang dikutip New York Post. Menurutnya, pasien-pasien paling sehat yang ditemuinya selama bertahun-tahun memiliki satu kesamaan.
“Orang-orang paling sehat yang saya temui di usia 80-an dan 90-an sebagai seorang dokter geriatri selalu menghindari satu hal berulang kali sepanjang hidup mereka, yaitu rasa nyaman,” ujar Rogers.
Ia melanjutkan, “Jika Anda benar-benar ingin menua dengan sehat, hindari terlalu nyaman dan selalu cobalah hal-hal baru.”
Menurut Rogers, saran tersebut didasarkan pada konsep ilmiah yang dikenal sebagai hormesis, yaitu kondisi ketika tubuh mendapatkan paparan stres ringan dalam kadar yang aman sehingga mampu beradaptasi dan menjadi lebih kuat. Sebaliknya, paparan stres yang berlebihan justru dapat merusak kesehatan.
“Anda ingin menantang tubuh secukupnya agar tubuh beradaptasi, tetapi jangan sampai terlalu berat hingga menimbulkan bahaya,” jelas Rogers.
Konsep hormesis telah lama diteliti dalam dunia kesehatan. Contohnya adalah latihan beban yang menciptakan robekan kecil pada otot sehingga memicu proses perbaikan dan penguatan.
Begitu pula dengan konsumsi senyawa alami dari tumbuhan, seperti resveratrol pada anggur dan buah beri serta sulforaphane pada sayuran keluarga kubis, yang dapat mengaktifkan sistem pertahanan antioksidan alami tubuh.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hormesis lebih banyak terbukti meningkatkan kualitas kesehatan saat menua dibanding secara langsung memperpanjang usia.
Untuk menjaga kesehatan fisik, Rogers menyarankan agar seseorang terus mencoba aktivitas baru.
“Jika ingin menua dengan tubuh yang sehat, teruslah mencoba gerakan baru, latihan baru, dan cara-cara baru untuk menggerakkan serta menantang tubuh Anda,” katanya. Ia mencontohkan pelari yang mulai berlatih yoga atau pengangkat beban yang menambahkan latihan keseimbangan dan mobilitas.
Prinsip yang sama juga berlaku bagi kesehatan otak. Rogers mendorong masyarakat mempelajari keterampilan baru, menekuni hobi, hingga memperluas pergaulan.
“Bergaullah dengan orang-orang baru dan lakukan percakapan baru mengenai ide-ide yang belum pernah Anda bicarakan sebelumnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, ahli saraf Dr. Tommy Wood mengatakan bahwa belajar bahasa baru di usia lanjut tetap memberikan manfaat bagi fungsi otak.
“Tidak ada batas usia yang jelas ketika belajar bahasa kedua tidak lagi bermanfaat,” kata Wood. Ia juga menambahkan, “Membuat kesalahan adalah salah satu pendorong terbesar neuroplastisitas dan proses belajar.”
Temuan ini memperkuat pesan bahwa menua dengan sehat bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga terus menantang tubuh dan pikiran agar tetap aktif sepanjang hidup.
