Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPR RI dari Dapil Bali, I Nengah Senantara menyoroti bencana banjir besar yang terjadi di beberapa wilayah Pulau Bali.
Dia menilai, kemungkinan banjir tersebut dikarenakan adanya pembangunan yang sangat masif dan tata kelola lingkungan yang belum memadai di wilayah tersebut.
“Pembangunan yang masif di banyak titik, perubahan alih fungsi di banyak tempat. Yang terbaru coba perhatikan Jalan Raya Padang Galak atau Ngurah Rai, Jalan Hangtuah, itu semua areanya jalur hijau, sekarang kenapa jadi beton semua,” kata Nengah, dalam keterangannya, Kamis (11/9).
Legislator Partai NasDem ini menambahkan, tata kelola lingkungan yang buruk turut andil dalam bencana banjir di Bali.
“Tata kelola lingkungan yang belum memadai. Kesannya masih menunggu masalah, baru penanganan. Tidak ada upaya preventif, termasuk juga sampah yang belum terkelola dengan baik,” ujarnya.
Meski begitu, dia tidak memungkiri bahwa banjir juga terjadi karena cuaca ekstrem.
Seperti diketahui, banjir besar melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali, di antaranya Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Kota Denpasar. Banjir tersebut terjadi pada Selasa (9/9/2025) malam setelah hujan lebat mengguyur provinsi tersebut.
“Memang curah hujannya yang sangat tinggi, dua hari hujan sangat lebat dengan petir yang menggelegar,” pungkas Nengah.
Pewarta: Fifi Abdurahman
