Beban Kerja Tak Manusiawi, Kemenkes Usut Tuntas Wafatnya Dokter Internship di Jambi

dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship di Jambi yang diduga meninggal karena beban kerja tak manusiawi/Foto : Dok. Istimewa dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship di Jambi yang diduga meninggal karena beban kerja tak manusiawi/Foto : Dok. Istimewa

Jambi, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerjunkan tim investigasi terpadu untuk menyelidiki meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena muncul dugaan adanya beban kerja berlebihan hingga potensi eksploitasi tenaga kesehatan muda.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes pada Senin (4/5), Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa tim investigasi dibentuk untuk menelusuri secara menyeluruh kronologi kejadian, termasuk aspek pelayanan medis, tata kelola program internship, hingga kondisi kerja almarhumah sebelum meninggal dunia.

“Menelusuri seluruh rangkaian kejadian, termasuk aspek pelayanan medis, tata kelola wahana internship, beban kerja, pendampingan peserta, serta proses skrining kesehatan sebelum penempatan,” ujar Aji dalam keterangan resmi Kemenkes.

Kemenkes juga menegaskan bahwa investigasi dilakukan secara objektif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, rekan sejawat, pembimbing internship, serta tenaga kesehatan di fasilitas tempat almarhumah bertugas.

Selain itu, audit rekam medis dan penelusuran riwayat kesehatan juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Sebelumnya, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) melaporkan kasus ini ke Kemenkes dengan dugaan adanya pelanggaran aturan internship, termasuk beban kerja yang dinilai tidak manusiawi dan minimnya supervisi dokter penanggung jawab.

Laporan tersebut memicu sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa dr. Myta tetap menjalani jadwal jaga meski dalam kondisi kesehatan yang menurun. Sejumlah pihak juga menyoroti kemungkinan adanya tekanan kerja dan sistem pengawasan yang tidak optimal di lokasi penugasan.

Kemenkes menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius sebagai bahan evaluasi terhadap sistem program internship dokter di Indonesia, guna memastikan perlindungan bagi tenaga medis muda ke depan.

Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung dan hasil resmi akan diumumkan setelah seluruh data dan keterangan terkumpul secara lengkap.