Begini Cara Ngemil yang Baik Untuk Penderita Diabetes

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: unsplash.com/@amoonra

Jakarta, GPriority.co.id– Isu kesehatan mengenai tinggi kadar gula darah atau diabetes menjadi perhatian penuh.

Penyakit tersebut disebabkan karena keturunan maupun gaya hidup yang cenderung buruk, di mana sering mengonsumsi camilan manis yang mengandung tinggi gula dan kalori.

Menurut Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Adeline Devita, ketika mengonsumsi makanan bahan makanan dengan tinggi kalori, ini dapat memicu terjadinya obesitas.

“Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit diabetes. Oleh karena itu ngemil harus diperhatikan dari jumlahnya dan dari jenis camilan yang dikonsumsi, supaya tidak terkena penyakit diabetes,” ujarnya dalam keterangan PT Kalbe Farma TbK.

Dr. Adelia mengatakan, sebenarnya ngemil bukan tidak boleh sama sekali, bahkan bagi penderita diabetes sangat diwajibkan.

“Karena, perhitungan kalori untuk diabetesi ialah 5-6 kali makan dalam sehari, yakni 3 kali makan besar dan 2-3 kali cemilan atau selingan,” ungkap dr. Adelia.

“Di selingan itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori masing-masing orang,” jelasnya.

Untuk perhitungan camilan berdasarkan peraturan BPOM adalah sekitar 90 kalori. Jadi, sangat penting untuk memilih camilan dan jenis makanan yang sehat.

Salah satunya buah-buahan, salad sayur, dan kacang-kacangan.

“Tetapi harus dihitung kalorinya,” tambahnya.

“Contohnya, mengonsumsi banyak buah yang diyakini baik untuk kesehatan, tetapi untuk diabetesi tidak boleh langsung dikonsumsi sekali makan. Dalam hal ini, harus diperhitungkan jumlah kalori dari satu porsi buah-buahan tersebut, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Selain buah, camilan sehat lain yang dapat dikonsumsi diabetesi ialah Diabetasol Wafer,” tuturnya.