Benteng Kastela, Saksi Bisu Terbunuhnya Sultan Ternate


Jakarta,GPriority.co.id – Sebagai salah satu wilayah bekas jajahan, Provinsi Maluku khususnya Ternate memiliki berbagai macam peninggalan bersejarah zaman penjajahan seperti benteng-benteng.

Salah satu benteng pertama yang dibangun oleh penjajah adalah Benteng Kastela. Benteng Kastela dibangun pada tahun 1522 oleh Gubernur Portugis pertama, Antonio De Brito yang kemudian dilanjutkan oleh Gubernur kedua Garcia Henriques pada tahun 1525, dan terakhir diselesaikan oleh Gubernur ke delapan Jorge De Castro pada tahun 1540.

Berdasarkan sumber sejarah, Benteng Kastela telah beberapa kali menjadi saksi bisu dari peristiwa penting yang melibatkan Kesultanan Ternate dengan bangsa Portugis. Salah satunya adalah terbunuhnya Sultan Khairun yang dijebak oleh Antonio Pimental atas perintah Gubernur Lopez Mesquita pada tahun 1570.

Sebelumnya, Sultan Khairun membangun hubungan baik dengan Portugis dalam kekuasaannya di Kesultanan Ternate. Namun perjanjian dan kesepakatan yang mereka lakukan berakhir dengan Sultan Khairun dikhianati dan dibunuh.

Setelah Sultan Khairun wafat pada tahun 1570, rakyat Ternate kemudian melakukan perlawanan selama lima tahun yang dipimpin oleh Sultan Baabullah untuk mengusir bangsa Portugis. Selama pertempuran tersebut, Portugis akhirnya berhasil diusir dari Ternate pada tahun 1575.

Wujud Benteng Kastela sekarang adalah sebuah reruntuhan benteng yang terletak di pesisir barat daya Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara. Benteng Kastela hanya tersisa puing-puing bangunan yang sudah tidak nampak struktur bangunan benteng pada umumnya.

Di sebelah timur area benteng sudah dibangun masjid dan sekolah TPA. Di tengah bangunan, terdapat monumen baru dengan taman yang dilengkapi jalan setapak. Dinding benteng sebelah utara sudah diperbaiki dan luas bangunan kini diperkirakan hanya tersisa ukuran 60m x 46m. (Hn.Foto.Istimewa)

Related posts