Budidaya Ginseng Makin Menjanjikan

Sejak zaman nenek moyang dahulu, ginseng dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki berbagai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Banyaknya khasiat yang dimiliki oleh ginseng membuat banyak orang mencarinya. Hal ini bisa terlihat dari meningkatnya permintaan bahan ginseng yang ada di pasaran. Makin banyaknya permintaan membuat harga ginseng juga sangat bagus di pasaran.
Bagusnya harga ginseng di pasaran tentu saja membuat para petani di Indonesia banyak yang beralih menanam ginseng.
“ Gingeng bisa ditanam di media apa saja,” ucap Hadi salah satu pelaku budidaya ginseng yang diwawancarai via medsos pada 25 Oktober 2021.
Lebih lanjut dikatakan Hadi, meski bisa ditanam media apa saja, bukan berarti ginseng ditancap langsung tumbuh. “ Melainkan ada cara dan triknya,” jelas Hadi.
Langkah yang pertama masukkan pupuk kompos dan pupuk kandang matang kurang lebih 25-50 kg dalam karung terbuka selama 1-2 minggu. Sebarkan dolomite sebanyak 2-4 ton/hektar pada lahan saat 2 minggu sebelum tanam. Bajak lahan tanam agar gembur lalu diamkan 1 minggu. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar 100-120 cm dan tinggi 40-60 cm. Beri jarak antar bedengan 40-50 cm, kemudian diamkan 1 minggu. Jangan lupa buat parit selebar 40-50 cm dengan kedalaman 50-60 cm agar air tidak menggenang. Sebarkan campuran pupuk dalam karung tadi di atas bedengan secara merata.
Langkah yang ke-2, pemilihan bibit. Pilih tanaman induk yang sehat dan tidak terindikasi hama dan penyakit, umur sedang (tidak terlalu tua, tidak terlalu muda), penampilan fisik segar dan tidak layu, serta warna cerah/mengkilap. Bibit kemudian diletakkan di tempat lembab selama 2-4 hari. Potong lancip 45 derajat pada bagian pangkal bibit, pindahkan dan keringkan selama 1-2 jam. Lakukan penanaman saat sore hari dengan jarak tanam 60 x 70 cm.
Langkah yang terakhir adalah pemeliharaan. Dalam pemeliharaan langkah yang harus dilakukan adalah lakukan penyiraman pada ukuran yang cukup (tidak kekeringan dan tidak terlalu basah). Penyiraman bisa mulai dilakukan saat usia 0 – 21 hari setelah tanam. Penyiraman dihentikan setelah masuk 100 hari setelah tanam. Lakukan penyulaman jika diperlukan, maksimal sampai 15 hari setelah tanam. Lakukan juga pemupukan dengan NPK majemuk 0,25 kg ditambahkan 50 liter air. Berikan dengan dosis 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali sampai usia 100 hari setelah tanam. Bila ingin lebih baik, lakukan juga pemupukan daun tiap 1 minggu sekali sampai usia 100 hari setelah tanam dengan POC. Sebelum itu lakukan penyiangan tiap 2 minggu sekali pada usia 14 – 65 hari setelah tanam. Jangan lupa lakukan perempelan pada tanaman yang sudah berusia 20 hari setelah tanam, sisakan 2-3 batang utama per tanaman. Perempelan bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai usia tanaman mencapai 65 hari setelah tanam.
Jika Anda melakukan cara ini dengan benar, maka dalam jangka waktu 4-5 bulan, ginseng yang ditanam sudah bisa dipanen. (Hs.Foto.Istimewa)

Related posts