Jakarta, Gpriority.co.id – Indonesia Marine and Fishery Business Forum (IMBF) 2024 resmi dibuka Selasa (10/12) oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Pada kesempatan itu Zulhas menyebut pembangunan sektor pangan di Indonesia kalah jika dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand.
IMBF 2024 mengambil tema “Blue Food Competent Authority Dialogue.” Kegiatan ini sebagai sarana berbagai informasi dan memperkuat hubungan baik dengan otoritas kompeten negara tujuan ekspor, para pelaku usaha khususnya eksportir produk perikanan, serta kementerian/lembaga terkait.
Dalam pembukaan IMBF 2024, Menko Zulhas menyebut pembangunan sektor pangan di Indonesia kalah kalau dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand. Bahkan, menurutnya, sektor pangan saat ini ketinggalan jika dibandingkan era Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Soeharto.
“Hampir 27 tahun memang sektor pangan agak tertinggal dibanding pada masa pemerintahan Pak Harto zaman Orde Baru yang bidang pangan jadi fokus perhatian utama,” ujarnya. Atas dasar itu, jelasnya, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia harus bisa swasembada pangan.
Pada kesempatan terakhir Presiden Prabowo bahkan menegaskan Indonesia harus swasembada pangan tahun 2027. Karena itu, sebut Zulhas, Presiden membentuk Kementerian Koordinator bidang Pangan yang mengurusi percepatan swasembada pangan.
Terkait gelaran IMBF 2024, pemerintah mengundang perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO), Uni Eropa (UE), United States Food and Drug Administration (US FDA). Termasuk sekitar 68 perwakilan negara sahabat seperti USA, Inggris, Japan, Saudi Arabia, Norwegian, Australia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, dan lainnya yang akan hadir guna melihat lebih dekat produk bermutu Indonesia serta berdialog dengan KKP selaku otoritas kompeten.
Melalui IMBF 2024 nanti pemerintah berharap, kerjasama teknis dengan Otoritas Kompeten negara tujuan ekspor terkait ketentuan teknis yang dipersyaratkan bisa terus ditingkatkan. Pemerintah memastikan jajarannya juga terus meningkatan pengendalian dan pengawasan produksi perikanan mulai dari hulu hingga hilir melalui seperti Surveilan, Inspeksi, Pengambilan Contoh, dan lain-lain. Melalui IMBF 2024 pula, pelaku usaha dari negara-negata sahabat bisa menanamkan investasi di sektor kelautan dan perikanan. Kedepan, budidaya bahkan akan menjadi core dan andalan produksi perikanan.
Foto : KKP
