Bupati Armia Pastikan Normalisasi Sungai Tamiang Mulai Digarap Februari 2026

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi saat rapat dengan tim darut Tauhid Peduli serta para pakar dari Universitas Al Muslim, Bireuen, dan ITB . Foto: zulfitra/gpriority Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi saat rapat dengan tim darut Tauhid Peduli serta para pakar dari Universitas Al Muslim, Bireuen, dan ITB . Foto: zulfitra/gpriority

Aceh, Gpriority.co.id – Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Armia Pahmi memastikan pelaksanaan normalisasi Sungai Tamiang sudah mulai dikerjakan pada Februari 2026 mendatang.

Hal itu disampaikan Armia ketika menerima tim Darut Tauhid Peduli bersama para pakar dari Universitas Al Muslim, Bireuen, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (19/1) di ruang pertemuan Best Coffee, Karang Baru.

“Insyaallah pengerukan sungai Tamiang akan dilakukan pada Februari tahun ini,” kata Bupati Aceh Tamiang.

Pengerjaan normalisasi Sungai Tamiang, kata Armia, akan langsung dikerjakan oleh Kementerian Pertahanan bersama BNPB dan akan menggunakan kapal keruk khusus yang didatangkan dari wilayah Kepri dan sekitarnya.

Kata dia, kerukan material lumpur nantinya akan digunakan dan fungsikan untuk menimbun dan meninggikan serta sebagai penahan tanggul sungai.

“Lumpur hasil pengerukan akan kita gunakan lagi untuk mempertinggi tanggul penahan sungai,” katanya.

Meskipun baru bulan depan mulai dikerjakan namun Armia mengaku jika di muara sungai saat ini sudah ada beberapa alat berat yang mulai bekerja.

“Sekarang ini pun sudah ada alat berat yang bekerja di muara Sungai Tamiang. Sedang membuka jalur masuk untuk kapal keruk khusus nanti,” ujarnya.

Seperti diketahui, pasca banjir bandang akhir November 2025 lalu, kondisi Sungai Tamiang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur.

Di wilayah muara, pendangkalan terjadi mengakibatkan masuknya air sungai ke laut terhambat. Sehingga berdampak terhadap luapan air berlebih yang menyebabkan banjir di pemukiman masyarakat, terlebih disaat terjadi hujan dengan curah tinggi.