Sidrap, Gpriority.co.id – Kemegahan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang kerap disebut sebagai pembangkit listrik tenaga bayu terbesar di Asia Tenggara kini menuai kritik dari kepala daerah. Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mengungkapkan kekecewaannya karena proyek energi terbarukan tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi daerah dan masyarakat setempat.
Dalam pernyataannya, Syaharuddin mengaku bangga dengan kehadiran PLTB sejak berdiri tahun 2017 lalu. Namun kebanggaan itu, hanya sebatas nama besar.
“Kami bangga karena ini PLTB Sidrap terbesar di Asia Tenggara. Tapi hanya bangga dengan nama itu. Pendapatan nihil, dampak sosial masyarakat juga belum terasa” ujarnya.
Syaharuddin menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Salah satunya adalah penggunaan lahan pertanian yang mencapai sekitar 150 hektare tanpa diimbangi pemanfaatan ekonomi yang jelas bagi warga.
Selain itu, janji awal pengembangan kawasan wisata di sekitar PLTB juga tidak terealisasi. Area yang sebelumnya digadang-gadang menjadi destinasi wisata kini justru tertutup rapat.
“Awalnya kami dijanjikan ada tourisem area. Tapi setelah jadi, semuanya dipagari. Bahkan tamu daerah pun sulit masuk,” terangnya.
Kondisi ini dinilai ironis, mengingat proyek PLTB berdiri di wilayah Sidrap, namun aksesnya sangat terbatas, bahkan bagi pemerintah daerah.
Masalah lain yang disoroti adalah kondisi infrastruktur menuju lokasi PLTB yang dinilai jauh dari layak. Jalan akses menuju kawasan pembangkit masih berupa jalan berbatu dan belum diaspal.
“Di media elektronik TV terlihat bagus, tapi begitu saya pulang ke daerah, saya sedih. Jalannya rusak,” ungkapnya.
Menurut Syaharuddin, kondisi ini mencerminkan ketimpangan antara citra proyek di tingkat nasional dengan realitas yang dihadapi masyarakat lokal.(*)
Reportase : Agustin Effendy
Foto : Dok
