Daftar 7 Korban Meninggal Dunia saat Demo Agustus 2025

Ilustrasi meninggal dunia. Foto: freepik Ilustrasi meninggal dunia. Foto: freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Rentetan demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sejumlah kota pada akhir Agustus 2025 berujung tragis.

Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia di Jakarta, Makassar, Yogyakarta dan Solo akibat kericuhan yang pecah di lapangan.

Isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI menjadi pemicu utama aksi protes. Namun, eskalasi massa yang tidak terkendali membuat situasi berubah menjadi tragedi yang menyisakan duka mendalam.

Berikut sejumlah korban meninggal dalam gelombang demonstrasi 25-31 Agustus 2025:

Ojek Online Dilindas Kendaraan Taktis di Jakarta

Di Jakarta, seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan (21) tewas setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8).

Menurut kesaksian rekan korban, Affan tengah menyeberang jalan untuk mengantarkan pesanan makanan. Ia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Kematian Affan langsung memicu gelombang duka, terutama di kalangan komunitas ojek online, mengingat dirinya tidak terlibat langsung dalam aksi demonstrasi.

Tragedi Gedung DPRD Makassar, 4 Orang Tewas

Tragedi lebih besar terjadi di Makassar. Gedung DPRD Sulsel terbakar hebat pada Jumat malam (29/8). Empat orang meninggal dunia dalam peristiwa ini, di antaranya:

• Akbar Basri alias Abay, fotografer Humas DPRD Makassar

• Sarina Wati, staf DPRD Makassar

• Syaiful Akbar, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah

• Budi Haryadi (30), anggota Satpol PP

Tiga korban meninggal setelah melompat dari lantai empat gedung demi menyelamatkan diri, sementara Sarina Wati sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Empat orang lainnya dilaporkan luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Mahasiswa Amikom di Yogyakarta

Di Yogyakarta, seorang mahasiswa Universitas Amikom bernama Rheza Sendy Pratama tewas saat aksi ricuh pada Minggu (31/8).

BEM Amikom menjelaskan, Rheza kehilangan kendali motornya setelah gas air mata ditembakkan aparat. Motornya mendadak mati dan ia terjatuh. Nyawanya tak dapat diselamatkan.

Tukang Becak Sumari di Solo

Terakhir, seorang tukang becak bernama Sumari (60). Ia meninggal dunia saat bentrokan terjadi di sekitar Bundaran Gladak, Solo, Jumat malam (29/8).

Sumari yang sehari-hari mengais rezeki dengan mangkal di kawasan Pasar Gede, ditemukan dalam keadaan tak berdaya di dekat gedung parkir Ketandan.

Dikutip beberapa sumber, pihak keluarga menuturkan, Sumari memang memiliki riwayat penyakit jantung serta asma. Kendati demikian, warga menduga kondisi kesehatannya kian memburuk akibat paparan gas air mata yang tertiup angin hingga ke kawasan Pasar Gede.

Hal ini diperkuat usai munculnya sejumah rekaman video yang menunjukkan warga mengevakuasi tubuh Sumari menggunakan becak motor.

Kematian tujuh orang dengan latar belakang berbeda. Mulai dari mahasiswa, ASN, staf DPRD, Satpol PP, ojek online, hingga tukang becak memperlihatkan bahwa kericuhan demonstrasi dapat merenggut nyawa siapa saja, termasuk mereka yang tidak ikut aksi.

Adapun sejumlah kelompok sipil mendesak aparat untuk mengedepankan pendekatan damai dalam mengawal demonstrasi.