Dekranasda Malinau Harap Pemdes Support Kerajinan Sa’ep Bulu

GPRIORITY, MALINAU – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Malinau mengharapkan Pemerintahan Desa (Pemdes) memberikan support kerajinan Sa’ep Bulu.

Ketua Dekranasda Malinau Meylanty Wempi, meminta Sa’ep Bulu yang terbuat dari bambu ini dapat terus ditingkatkan. Sebab, kerajinan Sa’ep Bulu mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desanya.

“Kebutuhannya sangat tinggi. Karena itu, kita tinggal menunggu respon dari pemerintahan desa,” kata Meylanti, Kamis (17/6/2021), pukul 12.00 Wita.

Dia menilai setiap desa sebenarnya mampu membuat kerajinan Sa’ep Bulu. “Bahkan setiap kali kita berkunjung ke desa dan memberikan pelatihan Sa’ep Bulu, malah sama-sama membuat dan saling belajar. Artinya, keterampilan itu sudah ada,” tambahnya.

Selama ini, kata dia, kerajinan Sa’ep Bulu belum mendapat kesempatan di setiap kegiatan, baik di jajaran pemerintahan daerah maupun pemerintahan desa.

Menurut dia, saat ini bagaimana pengrajin dapat menurunkan harganya. Sebab, harga satu Sa’ep Bulu dibanderol puluhan ribu.”Kita ingin harga Sa’ep Bulu berukuran 15×15 itu seharga Rp5 ribu. Lalu, ukuran 18×18 itu Rp8 ribu,” terangnya.

Dia menjelaskan, alasan pengrajin tidak ingin menurunkan harga, dikarenakan tidak seimbang dengan pembuatannya mulai dari mengeringkan hingga menepiskan bambu tersebut.

“Ke depan kita sudah memesankan mesin sebanyak delapan unit sebagai percontohan agar Sa’ep Bulu bisa diproduksi dengan harga murah. Sehingga tidak ada lagi alasan dari pembuatan dan menipiskan bambu. Saat ini, Sa’ep Bulu yang dipergunakan sudah mencapai seribuan lebih,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Sa’ep Bulu ini sudah mulai dilirik dari luar Malinau, seperti, beberapa dinas di Provinsi Kalimantan Utara.

Selain itu, Sa’ep Bulu sudah memiliki daya tarik dari luar daerah. Bahkan, ada dua dinas yang sudah memesan untuk kegiatan.Selain Sa’ep Bulu, Meylanty berharap bisa dibuatkan keranjang. Bahannya juga bisa menggunakan rotan.

“Jadi tidak hanya bambu saja, rotan juga bisa. Intinya, kita ingin mempromosikan semua yang ada di desa,” tuturnya.

Dia berharap Dekranasda menjadi salah satu wadah bagi pengrajin agar dapat mempromosikan kerajinannya. “Misalnya dari Mentarang Hulu, mereka sebenarnya bisa memproduksi banyak. Tapi bingung memasarkannya. Karena, kami dari Dekranasda bisa membantu dan mempromosikan. Bahkan selain showroom di Desa Malinau kota, kita juga akan membuka showroom mini di samping Kantor Bupati,” tutupnya.(FBI)

Related posts