Donald Trump Sebut AS Ogah Bayar Utang Senilai USD 36,6 Triliun

Presiden Donald Trump tak mau bayar utang AS? / Foto : Dok. Getty Images Presiden Donald Trump tak mau bayar utang AS? / Foto : Dok. Getty Images

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Dirinya menyebut jika AS ogah membayar utang senilai USD 36,6 triliun (setara dengan Rp594.000 Triliun).

Sontak, pernyataan Trump tersebut mengguncang pasar global. Trump menyebut jika dirinya meragukan keabsahan utang AS yang senilai triliunan dolar tersebut.

Melalui wawancara di Air Force One, Trump menilai adanya potensi penipuan pada pencatatan utang AS. Pihaknya kini tengah menyelidiki Departemen Keuangan.

Akibat pernyataan tersebut, kalangan investor dan negara-negara pemegang surat utang AS pun merasa khawatir. Pasalnya pernyataan Trump tersebut dapat mengganggu kepercayaan pada obligasi negara AS.

Padahal, selama ini obligasi negara AS dianggap sebagai instrumen keuangan yang paling aman di dunia. Visual Capitalist, mengungkapkan jika Jepang merupakan kreditur asing terbesar dengan kepemilikan utang AS senilai USD 1 Triliun.

Sementara China, Inggris, Kanada, serta negara-negara lainnya seperti Prancis, India, hingga Arab Saudi, menyusul setelahnya.

Apabila nantinya Trump benar-benar tak mau membayar utang AS, maka kredibilitas ekonomi AS secara global akan rusak.

Kendati kemungkinan gagal bayarnya masih kecil, namun pernyataan kontroversial Trump tersebut telah memicu keresahan pada pasar internasional. Terlebih, dolar AS memiliki peran besar pada sistem keuangan dunia.