Dosen Unpar Lakukan Pelecehan Seksual, Beri Pesan Genit Hingga Ajak Mahasiswi Hubungan Intim

Jakarta, GPriority.co.id – Kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen, kembali terkuak. Belum lama ini, seorang dosen filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), diketahui sudah lama melakukan tindak pelecehan seksual kepada para mahasiswinya.

Hal ini mencuat usai seorang pengguna media sosial X, membongkar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen bernama Syarif Maulana tersebut. Postingan ini mendadak viral sejak diunggah pada Kamis (9/5) lalu.

Setelah dikonfirmasi, oknum dosen itupun mengakui perbuatannya. Bukan hanya sekali-dua kali, ia mengaku sudah sering melakukan perbuatan tak senonoh ini. Syarif pun menjelaskan detail perilaku tak terpujinya tersebut melalui sebuah pernyataan tertulis.

“Saya mengaku bersalah atas perbuatan mengirimkan pesan lewat Whatsapp, DM X, atau Instagram pada sejumlah orang yang saya kenal langsung atau sebatas mutual di media sosial, yang berisi pesan genit dan flirting seperti permintaan foto diri (PAP), ajakan untuk bertemu, ajakan untuk berelasi, dan dalam kasus tertentu berujung pada pengiriman pesan mesum, tidak sopan, dan tidak senonoh hingga ajakan berhubungan seksual,” ungkapnya.

Lebih lanjut melalui siaran persnya, pihak Universitas Katolik Parahyangan pun membuka suara terkait kasus pelecehan tersebut. Secara tegas, pihak Unpar telah mengeluarkan Syarif, hingga dirinya tidak lagi melakukan aktivitas akademik maupun non akademik di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan.

Sejak munculnya beragam unggahan di media sosial yang menyatakan bahwa Syarif Maulana sebagai pihak yang terduga melakukan tindakan kekerasan seksual, yang bersangkutan sudah tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan apapun termasuk tetapi tidak terbatas pada kegiatan akademik dan non akademik di lingkungan UNPAR yang diselenggarakan baik secara daring maupun luring per 13 Mei 2024,” tegas pihak Unpar.

“Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan proses pemeriksaan dan proses pelaporan serta mencegah meluasnya dan pengulangan terjadinya perbuatan serupa. Dengan demikian, sejak tanggal tersebut, seluruh kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan (jika ada) di luar Universitas Katolik Parahyangan tidak terafiliasi dengan Universitas Katolik Parahyangan,” ujar pihak Unpar lebih lanjut.

Selain itu, pihak Unpar juga mengimbau kepada seluruh korban pelecehan untuk segera melapor ke Satuan Tugas Penangan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), mulai Minggu (12/5) kemarin.

“Pada 12 Mei 2024, UNPAR, melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), telah menghimbau semua pihak yang mengalami kekerasan seksual oleh Syarif Maulana untuk menyampaikan laporan melalui Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual di Lingkungan UNPAR,” jelas pihak Unpar melalui siaran persnya.

Kedepannya, pihak Unpar juga akan berkomitmen untuk terus mengawal kasus dugaan pelecehan seksual, sekaligus memberikan pendampingan hukum, psikis, dan psikologis kepada para terduga korban pelecehan seksual di lingkungan universitas tersebut.

Foto : Ilustrasi / Lorman Education Services