Driver Ojol dan Kurir Logistik Apakah Dapat THR? Ternyata Begini…

Jakarta, GPriority.co.id – Melalui press conference pada Senin (18/3) lalu, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengumumkan bahwa driver ojol dan kurir logistik, berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Menjawab pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Muhammad Hanif Dhakiri, berpendapat bahwa hal tersebut hanyalah sebuah imbauan yang tidak wajib dilaksanakan oleh perusahaan.

“Kemitraan Ojol (ojek online) dan perusahaan aplikasi masuk ke dalam kategori pekerja di luar hubungan kerja, tidak termasuk dalam kategori pekerja yang wajib menerima THR,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Nomor 5 Tahun 2021, pengemudi ojek online masuk dalam kategori pekerja dalam hubungan kerja eksternal. Oleh karena itulah, Hanif menilai bahwa mereka tidak layak menerima tunjangan Idul Fitri dari perusahaan.

Disamping itu, Hanif juga mengimbau agar perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online dan kurir logistik, khususnya menjelang Idul Fitri 2024.

“Kami mendesak perusahaan aplikasi untuk terus melanjutkan dan meningkatkan program yang menyasar kesejahteraan mitra, seperti menawarkan intensif tambahan bagi pengemudi yang bekerja selama libur Idul Fitri,” tegasnya.

Oleh karena bersifat imbauan, pemerintah pun tidak akan mengenakan sanksi kepada aplikator transportasi daring, seperti Gojek, Grab, dan lainnya, serta perusahaan jasa pengiriman yang tidak membayar THR kepada mitra ojol dan kurir.

Lebih lanjut, pada Rabu (20/3) kemarin, ribuan driver ojol dari berbagai daerah, bertandang dan melakukan protes ke gedung Kemnaker akibat tidak pastinya soal imbauan THR di Idul Fitri 2024 ini.

Foto : Katadata