Emisi Diprediksi Melonjak, PLN Fokus Kurangi Ketergantungan pada Batubara

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Executive Vice President Management Asset Engineering dan System Management Terintegrasi Direktorat Teknologi, Engineering, dan Sustainability PLN, Didi Fauzi Dahlan, mengingatkan bahwa sektor kelistrikan Indonesia berpotensi menghasilkan lebih dari 1 ton emisi CO₂ ekuivalen per tahun pada 2060 jika masih menjalankan pola bisnis seperti saat ini.

Menurut Didi, emisi sektor listrik Indonesia saat ini berada di angka 0,8 ton CO₂ per megawatt hour (MWh). Dengan penjualan listrik PLN pada 2024 mencapai 310 terawatt hour (TWh), angka tersebut menunjukkan betapa besarnya emisi yang akan dihasilkan jika tidak ada upaya penurunan secara signifikan.

Ia menyinggung peringatan global bahwa suhu bumi telah meningkat 1,7°C sejak Revolusi Industri 1870. Jika pola konsumsi dan produksi energi tinggi emisi terus berlangsung, dalam beberapa dekade ke depan kenaikan bisa mencapai tambahan 1,5°C. 

“Bisa kita bayangkan apa ya, apa yang akan terjadi di Indonesia atau di dunia bahkan,” kata Didi dalam dalam Seminar Nasional Outlook Energi Indonesia 2026: Strategi Mewujudkan Diversifikasi dan Kemandirian Energi Nasional di Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Didi menegaskan bahwa Indonesia telah menetapkan target net zero emission pada 2060, sehingga dibutuhkan percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) serta penggunaan teknologi rendah karbon

“Jadi target net zero emission kita sudah ditetapkan di tahun 2060 dan artinya harus ada sumber energi baru dan terbarukan serta pemanfaatan teknologi yang rendah karbon,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan proses bisnis dan teknologi bersih sebagaimana telah didorong lintas sektor energi.

Saat ini, lebih dari 50 persen sumber energi listrik Indonesia masih berasal dari batubara. PLN menargetkan porsi tersebut terus diturunkan hingga 2060, di mana energi baru dan terbarukan diproyeksikan mendominasi hingga 61 persen bauran energi.

Untuk mencapai target tersebut, PLN telah menyiapkan strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) sebagai kerangka percepatan menuju pemenuhan target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission.

Melalui strategi ARED, PLN akan memaksimalkan sumber EBT yang bersifat dispatchable, memanfaatkan potensi variable renewable energy (VRE) untuk memenuhi kenaikan permintaan listrik, mengembangkan smart grid, membangun jaringan transmisi ramah lingkungan, memanfaatkan battery energy storage system (BESS), serta mempersiapkan teknologi bersih generasi baru.