New York, Gpriority.co.id – Presiden Finlandia Alexander Stubb menyerukan penghapusan hak veto di Dewan Keamanan PBB dalam Sidang Umum PBB ke-80. Ia menilai hak veto yang dimiliki lima anggota tetap (AS, Rusia, Cina, Inggris, Prancis) sering menghambat pengambilan keputusan efektif dalam menyelesaikan konflik global seperti di Gaza dan Ukraina.
Stubb juga mendorong penambahan kursi tetap untuk mengakomodasi negara berkembang dan reformasi supaya Dewan Keamanan lebih inklusif dan demokratis. Namun, secara hukum penghapusan hak veto sangat sulit karena butuh persetujuan seluruh anggota tetap.
Indonesia mendukung upaya reformasi ini. Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di PBB juga menyoroti penggunaan hak veto yang kerap memblokir resolusi gencatan senjata di Gaza, terutama veto AS. DPR dan kalangan sipil berharap Indonesia bisa mendorong agar hak veto direformasi agar lebih adil dan bantu hentikan konflik serta genosida.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menegaskan keputusan veto yang merugikan kemanusiaan harus dieliminasi demi keadilan global. Meski tantangan besar, isu ini makin menguat sebagai panggilan demokratisasi lembaga dunia di tengah krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai.
Foto : Istimewa
