Parepare, Gpriority.co.id – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Parepare, H. Jami, mengungkapkan perkembangan terkait jemaah umroh asal Parepare dan Makassar yang terhambat kepulangannya dari Mekkah, Arab Saudi. Menurutnya proses pemulangan akan dilakukan bertahap.
Dikatakannya, proses pemulangan jamaah umroh tersebut dilakukan bertahap oleh pihak travel (BIJ) yang berkedudukan di Jakarta.
Dari total 44 jemaah sebelumnya, kini tersisa 7 orang jemaah asal Parepare yang masih berada di Mekkah dan menunggu jadwal kepulangan.
“Kemarin kami dikabari ada proses pemberangkatan jemaah pulang ke Indonesia, tersisa 7 jemaah asal Parepare di Mekkah dan menunggu proses kepulangan” kata Jami kepada media, Selasa (7/4).
Jami menjelaskan, seluruh jemaah ditargetkan sudah kembali ke Indonesia sebelum 18 April 2026, menyesuaikan dengan masa berlaku visa yang dimiliki masing masing jemaah.
“Sesuai visa, batas akhir hingga 18 April harus sudah pulang,” terangnya.
Jemaah Haji Umroh tersebut diketahui tergabung dalam program umroh Ramadan melalui travel yang berbasis di Jakarta.
Jami, menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh dalam menangani kasus tersebut. Hal ini dikarenakan travel yang digunakan para jemaah merupakan travel Konsorsium (Tergabung dalam travel lain) dan tidak terdaftar di Kementerian Haji dan Umroh Kemenag Parepare.
“Kami sifatnya hanya koordinasi saja dan menjadi penghubung informasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab utama tetap berada pada pihak travel penyelenggara perjalanan umroh. Pihak travel inilah yang paling bertanggung jawab atas kepulangan jemaah,” ungkap Jami.
Upaya Pemulangan Masih Berjalan saat ini, pihak travel bersama keluarga jemaah terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan tiket penerbangan agar seluruh jemaah bisa kembali ke tanah air.
“Mereka sedang berkoordinasi agar bisa cepat pulang ke Indonesia” paparnya.
Sebelumnya 44 Jemaah, jemaah umroh dilaporkan mengalami kendala kepulangan. Rinciannya, 34 jemaah asal Parepare dan 10 jemaah asal Makassar.
Mereka mengikuti program umroh selama satu bulan (umroh Ramadan), namun terkendala tiket kepulangan.
Kondisi ini diperparah situasi di kawasan Timur Tengah yang tengah bergejolak, sehingga berdampak pada kelangkaan dan mahalnya harga tiket pesawat.
Selama menunggu kepulangan, para jemaah masih ditampung di sebuah hotel di Mekkah bersama pendamping dan pengurus perjalanan.
Pihak travel memastikan proses pemulangan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia sebelum masa visa berakhir.
Kejadian ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel umroh, terutama memastikan legalitas dan kejelasan fasilitas perjalanan.
Editor : Ponco Suharyanto
Foto : Dok
