Gempa di Jepang Telan 8 Korban Jiwa, Picu Gelombang Tsunami dan Kebakaran Besar

Jakarta, GPriority.co.id – Gempa bumi dahsyat melanda jepang pada tahun baru kemarin, Senin (1/1). Gempa bumi tersebut memicu gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter dan memicu kebakaran besar yang menimbulkan kehancuran dalam semalam, serta merusak tempat tinggal warga. Setidaknya delapan orang dikonfirmasi tewas dalam gempa bumi dahsyat tersebut.

Skala kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi masih terus bertambah ketika tayangan berita menunjukkan perahu-perahu yang tenggelam di pelabuhan, bangunan-bangunan yang roboh, penduduk setempat hidup tanpa listrik di tengah suhu yang sangat dingin sepanjang malam, dan banyak rumah yang hangus.

Seorang pejabat badan meteorologi mengatakan bahwa semua peringatan tsunami yang diberlakukan setelah gempa bumi telah dicabut di Jepang. Pejabat tersebut mengatakan bahwa perubahan kecil pada tingkat pasang surut masih bisa terjadi.

“Kerusakan yang sangat parah telah dipastikan, termasuk banyak korban jiwa, bangunan runtuh dan kebakaran,” ujar Perdana Menteri Jepang, Fushio Kishida pada Selasa (2/1).

“Kami telah melakukan segala upaya untuk mengumpulkan informasi sejak kemarin malam, namun penyumbatan jalan membuat sangat sulit untuk mengakses bagian utara semenanjung Noto. Pemeriksaan dari atas melalui helikopter menunjukkan kerusakan luas termasuk jalan terputus, tanah longsor, dan kebakaran,” tambahnya.

Sebanyak 1.000 personel Pasukan Bela Diri (SDF) telah tiba di wilayah gempa bumi tersebut. Jumlah tersebut tidak termasuk unit polisi, pemadam kebakaran, dan penjaga pantai di wilayah tersebut.

“Sekarang setelah peringatan tsunami dicabut, kami akan dapat mengamankan jalur transportasi laut, dan kami telah bekerja terus menerus sejak tadi malam untuk memobilisasi tidak hanya transportasi darat, tetapi juga transportasi udara dan laut untuk mendapatkan perbekalan yang diperlukan para personel penyelamat di daerah itu,” tambah Kishida.

Gelombang setinggi 1,2 meter (empat kaki) menghantam pelabuhan Wajima pada Senin (1/1) lalu, dan beberapa tsunami kecil dilaporkan juga terjadi di tempat lain. Hal tersebut berdampak pada 32.700 rumah tangga yang aliran listriknya diputus pada Selasa (2/1).

Foto : Al Jazeera