Gubernur Anies Baswedan: 126.011 Siswa yang Tidak Diterima di Sekolah Negeri Jakarta, Akan Mendapat Bantuan


Jakarta-Gpriority,Sabtu 27 Juni 2020, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta tahun 2020 resmi ditutup. Berdasarkan situs resmi PPDB DKI Jakarta,ppdb.jakarta.go.id ada 358.664 siswa yang mendaftarkan diri.

“ Setelah melalui proses seleksi, hanya 232.653 siswa yang diterima di sekolah negeri, sisanya yakni 126.011 siswa harus melanjutkan pendidikan ke swasta. Untuk siswa yang diterima di sekolah negeri pada tingkat SD ada 93.941 orang, SMP-84.222 orang, SMA/SMK ada 54.490 orang. Sedangkan yang tidak diterima di sekolah negeri pada tingkat SD ada 17.859 orang, tingkat SMP-40.867 orang, tingkat SMA/SMK ada 67.285 orang,” ucap Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Catur Laswanto melalui siaran persnya pada Minggu (19/7/2020).

Bagi siswa yang tidak masuk negeri, Gubernur Anies Baswedan dalam siaran persnya melalui akun You Tube pada Senin (20/7/2020), mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membantu biaya uang pangkalnya. “ 126.011 siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri semuanya mendapat bantuan uang pangkal,” tegas Anies.

Yang menjadi alasan Anies adalah agar rakyat menjadi lebih tenang.” Untuk mendapatkan uang pangkal tersebut tidak perlu mengurus surat miskin, nanti akan diurus oleh Pemprov DKI,” tegas Anies.

Untuk besaran dananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana menyiapkan dana sebesar Rp.247.372 miliar. Dengan rincian, untuk jenjang SD, biaya uang pangkal tiap individu yang akan diberikan sebesar Rp.1.000.000,-, SMP-Rp.1.500.000,- per siswa dan RP.2.500.000,- per siswa untuk SMA dan SMK.

Terkait asal dana tersebut, Anies mengatakan, berasal dari Biaya Tidak Terduga (BTT) dan melalui anggaran APBD perubahan tahun 2020.

Anies dalam siaran persnya juga mengatakan, selain uang pangkal, dirinya juga telah meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta agar mengkaji biaya SPP perbulan.” Kita tahu biaya SPP perbulan di sekolah Swasta ada yang Rp.200.000,- ada yang Rp.700.000,- bahkan ada yang mencapai Rp.1.000.000,-. Angka inilah yang akan dirundingkan oleh Disdik DKI Jakarta dengan pengelola sekolah swasta. Semoga mereka mau mengerti dan menurunkan biaya SPP-nya,” tegas Anies.

Komisi E DPRD DKI Jakarta seperti dituturkan anggotanya, Basri Baco mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan dana Rp.247.372 miliar untuk siswa yang melanjutkan pendidikannya di sekolah Swasta.”Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi terbaik di tengah sengkarut PPDB,” tutup Basri.(Haris)

Related posts