Harapan Para Pekerja dan Petugas Kebersihan di RS Darurat Covid-19

Jakarta,Gpriority-Langit di Wisma Atlet Kemayoran pada Minggu 22 Maret 2020 nampak begitu mendung meskipun hujan telah turun. Meskipun demikian tidak menyurutkan langkah sejumlah pekerja dengan mengenakan rompi jaring berwarna orange dan helm proyek untuk terus membenahi RS Darurat agar Senin (23/3/2020) bisa dipakai.

Siang pun tiba para pekerja itu pun beristirahat melepaskan penat setelah bekerja.Peluh di kening mereka masih terlihat ketika mereka berbincang-bincang membicarakan hasil pekerjaan yang telah mereka kerjakan sejak malam hari. Ya, mereka adalah para pekerja yang turut andil dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Salah seorang pekerja bernama Mulyadi mengatakan, tak pernah terbersit sedikit pun dipikirannya bahwa dia bersama ratusan pekerja lainnya bisa ikut membangun RS tersebut. Mereka sehari-hari bekerja di lapangan sesuai arahan mandor.

Ketika mereka diperintahkan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran sejak Kamis tanggal 19 Maret 2020, mereka pun “manut” saja dengan perintah yang diberikan.

Pekerjaannya pun dimulai dengan membersihkan ruangan yang ada. Kemudian membongkar dinding jika memang perlu dibongkar serta mengecat dinding yang kusam agar terlihat bersih kembali. Tak hanya membongkar, tapi mereka pun sigap untuk membangun ruangan-ruangan baru sesuai dengan denah ruangan yang diberikan kepada mereka.

Tenggat waktu yang diberikan kepada para pekerja tersebut sangatlah pendek. Mereka diberikan deadline hanya sekitar tiga hari mulai Kamis tanggal 19 Maret 2020 sampai Sabtu tanggal 21 Maret 2020.

Hal itu dikarenakan pada hari Sabtu malam hingga Minggu siang seluruh peralatan medis yang diperlukan untuk penanganan pasien Covid-19 sudah tiba dan harus segera di instalasi. Sedangkan hari Minggu mereka tinggal melakukan “finishing touch” saja.

“Alhamdulillah akhirnya selesai semua pekerjaannya di sini,” ujar Nadhor, salah seorang pekerja di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Hal senada dikatakan oleh Mulyadi, pekerja asal Purwodadi, Jawa Tengah yang ikut mengerjakan proyek pembangunan RS tersebut. Dirinya mengatakan ikut senang dan bangga bisa membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 meskipun hanya sebagai pekerja bangunan.

“Saya merasa senang dan bangga bisa ikut membantu pembangunan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta ini. Semoga RS ini bermanfaat buat orang banyak,” ujarnya diamini rekan-rekan pekerja lainnya.

Mulyadi mengatakan dirinya dan teman-temannya kadang harus lembur menyelesaikan pekerjaan. Tak tanggung-tanggung, jam kerjanya pun ditambah agar RS tersebut dapat segera dimanfaatkan.

Meskipun saat ini Covid-19 menjadi salah satu virus yang berbahaya bagi manusia, namun Mulyadi dan kawan-kawannya tetap bekerja sesuai pekerjaann yang diperintahkan.

“Saya dan teman-teman sudah pasrah sama takdir dan ketentuan dari Allah. Yang penting pekerjaan selesai dan semoga bermanfaat bagi para pasien yang dirawat di sini,” harapnya.

Sementara itu, Aprija salah seorang petugas kebersihan di Tower 7 Wisma Atlet Kemayoran mengatakan bahwa dirinya dan teman-teman juga berusaha membersihkan ruangan yang ada dengan sebaik-baiknya. Sejumlah alat kebersihan seperti sapu, lap pel, kain digunakan untuk membersihkan debu yang ada di lantai serta meubelair yang ada di dalam ruang rawat pasien.

“Alhamdulillah saya senang bisa ikut membantu. Semoga pasien yang dirawat di sini bisa sembuh total,” harapnya.

Menurut Bu Mega, petugas kebersihan lainnya, pekerjaan pembersihan ruangan dilaksanakan dengan sistem shift yakni delapan jam kerja untuk masing-masing orang. Dirinya bersama petugas kebersihan lainnyanyang bernama Jeklin memasuki satu demi satu ruangan yang ada di tiap lantai tersebut.

“Setiap ruangan yang ada harus selalu bersih. Jadi kalau bersih pasiennya juga senang dan bisa lekas sehat kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa RS Darurat Covid-19 besok saat ini masih dalam tahap uji coba untuk menerima pasien. Sedangkan operasional RS ini akan menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Semua pekerjaan sudah selesai 100 persen. RS di Wisma Atlet Kemayoran ini siap untuk dioperasionalkan menunggu komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” terangnya.Pihak Kementerian PUPR, kata Basuki, dalam mendukung pembangunan RS Darurat Covid-19 setidaknya telah melakukan tiga komponen pekerjaan. Pertama adalah membersihkan semua sudut ruangan yang ada karena bangunan ini sudah lama tidak digunakan setelah Asian Games 2018.

Pekerjaan kedua adalah berkoordinasi dengan BNPB untuk menyemprot ruangan baik di bagian luar maupun di dalam ruangan dengan desinfektan. Kemudian pekerjaan yang ketiga adalah memperbaiki ruangan yang dibutuhkan bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Sebelumnya banyak ruangan di sini yang tidak ada sekatnya. Beberapa ruangan yang sebelumnya terkotak-kotak juga di jebol agar ruangan yang ada memenuhi kebutuhan tim paramedis seperti ruang radiologi, laboratorium dan farmasi serta ICU,” terangnya. (Hs.Foto:Ristyan Mega Putra/Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)

Related posts