Hari ini PPDB Jenjang SD Tahap Satu Kota Tangerang Resmi Dimulai

Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Haris

Senin (12/6) Dinas Pendidikan Kota Tangerang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Alhamdulillah, hari ini PPDB untuk jenjang SD sudah dimulai. Hari ini, kami meninjau ke SDN Larangan 3 dan beberapa SD lainnya. Kami melihat sudah ada dua pendaftar untuk jalur Afirmasi. Tadi, sudah dicek dan diverifikasi melalui data DTKS bahwa anak tersebut terdaftar dan masuk ke jalur afirmasi. Hari ini untuk jalur Afirmasi dan Perpindahan Orang Tua dapat melakukan pendaftaran dan pengumumannya adalah besok, sedangkan untuk jalur ABK pendaftaran dimulai hari ini hingga besok dan sekaligus dengan pengumuman,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Jamaluddin kepada awak media, Senin (12/8).

Ia melanjutkan, sama seperti tahun sebelumnya PPDB dilaksanakan secara daring sehingga para orang tua murid tidak perlu datang ke sekolah. Seluruh proses pendaftaran, pengumuman hingga daftar ulang dilakukan secara daring.

“Semua prosesnya memang dilakukan secara daring. Tetapi, ada juga secara luring yaitu untuk jalur ABK karena akan dilihat secara fisik dan kebutuhan lainnya seperti apa. Sekolah juga menyediakan panitia dan operator untuk membantu masyarakat. Seperti membantu cek data DTKS untuk jalur Afirmasi di hari ini,” lanjutnya.

Diharapkan, dengan dimulainya PPDB jenjang SD tahap satu di Kota Tangerang ini berjalan dengan lancar. Selain itu, para orang tua juga tidak perlu panik dan bingung apabila kuota SD negeri sudah penuh karena Pemerintah Kota Tangerang sudah menggratiskan sebanyak 73 SD maupun MI swasta di Kota Tangerang.

“Kami berharap PPDB SD ini berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Untuk para orang tua, tidak perlu gelisah dan tidak perlu takut karena Pemerintah Kota Tangerang sudah menggratiskan 73 SD dan MI swasta. Maka dari itu, manfaatkan program ini sebaik-baiknya,” tutupnya.

Sebagai informasi, daya tampung PPDB jenjang SD tahun ajaran 2023/2024 adalah sebanyak 80 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orang tua/wali sebanyak lima persen.