Hati-Hati! Bahaya Obesitas Mengancam Nyawa

Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak.

Obesitas biasanya dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori.

Masalah obesitas juga berpengaruh pada peningkatan jumlah kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, diabetes, serta beberapa penyakit kanker. Jumlah kematian penderita obesitas yang disertai sejumlah penyakit tersebut lebih banyak dibanding penderita dengan berat badan yang normal.

Selain disebabkan oleh kalori yang tinggi karena sering mengonsumsi makanan berlemak, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik, efek samping obat-obatan, kehamilan, kurang tidur, pertambahan usia, dan penyakit atau masalah medis tertentu.

Kita bisa mengetahui kondisi tubuh tersebut dengan menghitung indek masa tubuh (IMT). Perhitungan tersebut didapat dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Orang yang dinyatakan mengalami obesitas, jika indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25.. obesitas.

Obesitas bisa dicegah dengan mempertahankan berat badan yang normal dan sehat dengan melakukan perubahan pola makan, melakukan beberapa cara menahan nafsu makan, dan peningkatan aktivitas fisik.

Di samping itu, ada beberapa metode pengobatan lain untuk mengatasi obesitas, misalnya mengonsumsi obat penurun berat badan, mengikuti konseling dan support group untuk mengatasi masalah psikologis terkait berat badan, menjalani operasi bariatrik untuk mengobati obesitas pasien.

Penurunan berat badan, meski dalam jumlah kecil, dan mempertahankannya secara stabil dapat mengurangi risiko seseorang mengalami komplikasi penyakit terkait obesitas. Selain dengan cara-cara tersebut, penurunan berat badan juga bisa dilakukan dengan cara tradisional. (Dw.foto.dok.GP)

Related posts