Hati-Hati! Depresi Sebabkan Penyakit Jantung

Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati yang tertekan, sedih, dan kehilangan minat secara terus menerus.

Jika dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan, depresi dapat menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial, dan keinginan bunuh diri. Bahkan depresi juga dapat menimbulkan serangan jantung dan sebaliknya.

Dilansir dari John Hopkins Medicine, orang yang terkena penyakit jantung setelahnya bisa menjadi depresi. Begitu pula sebaliknya, orang yang terkena depresi juga berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Depresi dapat memengaruhi jantung dengan berbagai cara, apalagi bagi pengidap penyakit jantung turunan. Hal tersebut disebabkan karena orang yang mengalami depresi dapat mengganggu ritme jantung, mendorong pembengkakan dan pembekuan darah, serta menyerang tubuh dengan hormon stres.

Hormon stres ini bisa menaikkan tekanan darah dan mengeraskan pembuluh darah arteri. Arteri koroner yang tersumbat tersebut menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jantung yang bisa memicu penyumbatan arteri di otak, sehingga rentan terhadap stroke.

Depresi umumnya banyak diderita oleh wanita ketimbang pria. Biasanya setelah mengetahui dirinya terkena penyakit jantung, ada beragam hal yang bisa membuat seseorang turut terkena depresi.

Sebab, tak menutup kemungkinan bahwa ketika seseorang terdiagnosis penyakit kronis, akan muncul pemikiran negatif yang dapat berdampak pada kesehatan mentalnya.

Jika sudah begitu, pengobatan yang dilakukan tak hanya berfokus pada jantung, tetapi juga kejiwaan. Dalam hal ini, proses rehabilitasi bersama dengan psikiatri diperlukan untuk memulihkan depresi yang muncul.

Penderita penyakit jantung yang juga mengalami depresi memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dari pada orang yang hanya sakit jantung. Hal tersebut disebabkan karena mereka kehilangan motivasi untuk meminum obat, dan kembali sehat.

Beda halnya jika kita tidak depresi dan tetap berpikiran positif, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit fisik, salah satunya penyakit jantung. Namun jika telanjur menderita penyakit jantung, tak perlu berkecil hati hingga depresi. Sebab, menambahkan pikiran negatif pada suatu masalah hanya akan memperburuk kondisi.

Selain itu, jika dirasa sudah mengalami depresi selesaikan masalah secepat mungkin, jika perlu buat janji temu dengan psikolog. Jaga pola hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi dan rajin olahraga. Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat sensasi nyaman dan bahagia.(Dwi)

Related posts