Jakarta, GPriority.co.id – Imbas boikot produk pro Israel juga dirasakan oleh perusahaan Unilever, yang belum lama ini dikabarkan akan melakukan perombakan besar.
Unilever menjadi salah satu perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods), yang jadi sasaran aksi boikot tersebut.
Imbasnya, keuangan Unilever (PT Unilever Indonesia Tbk), mengalami penurunan.
Pada Kuartal III tahun 2023, laba bersih Unilever mencapai angka Rp4,11 triliun. Sedangkan pada Kuartal III 2024, laba bersih Unilever menurun di angka Rp3 triliun. Angka ini menunjukkan jika laba bersih Unilever mengalami penurunan 28,1% di tahun 2024.
Begitupun dengan penjualan bersih Unilever yang menurun 10,1% di tahun 2024 ini. Jika pada Kuartal III 2023 penjualan bersih Unilever mencapai Rp30,50 triliun, di Kuartal III 2024 menurun menjadi Rp27,41 triliun.
Penurunan laba bersih Unilever ini dipengaruhi oleh penurunan penjualan bersih emiten produk-produk konsumen (consumer goods).
Penurunan ini juga terjadi pada aset dan liabilitas perusahaan Unilever Indonesia.
Menurut Benjie Yap, Direktur Utama Unilever Indonesia, penurunan ini didorong oleh tantangan ekonomi.
Benjie mengatakan pihak perusahaan sebenarnya telah memulihkan sebagian pangsa pasar. Namun pangsa pasar Unilever Indonesia tetap di bawah level pada 2023 lalu.
Sementara itu, Fernando Fernandez, CFO Unilever, berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan Unilever Indonesia terganggu berkat konsumen di Indonesia yang beramai-ramai memboikot produk Unilever.
Cornetto dan Magnum Tak Lagi Di Bawah Naungan Unilever
Imbasnya dari hal tersebut, CEO Unilever Hein Schumacher, melakukan perombakan besar.
Perombakan besar ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan, meningkatkan keuntungan, hingga mengembalikan kepercayaan investor setelah kinerja buruk mereka sebelumnya.
Pertama, Unilever melakukan PHK massal pada 19 Maret 2024 kemarin. Pihak Unilever mem-PHK sebanyak 7.500 karyawannya, untuk memangkas biaya operasional.
Selain itu, Unilever Plc juga berencana memisahkan (spin off) unit bisnis es krim.
Merk es krim Ben & Jerry’s, Cornetto, dan Magnum, rencananya akan berdiri sendiri.

Nantinya, metode spin off ini dijadwalkan Unilever pada akhir 2025. Sebagai informasi, bisnis es krim tersebut menyumbang sekitar 16% bisnis global Unilever.
Unilever juga berencana akan melakukan penghematan sekitar $869 juta dalam 3 tahun ke depan.
Sementara untuk Unilever Indonesia, nampaknya implementasi metode spin off tersebut masih perlu ditinjau lebih lanjut.
Beberapa hal lain yang perlu ditinjau Unilever Indonesia meliputi peraturan dan beberapa aspek, sebelum nantinya melakukan bisnis spin off es krim di Indonesia.
Foto : Unilever Indonesia
