Imbas Kebijakan Tarif, Produsen China Jual Produk Langsung ke Konsumen

Imbas Kebijakan Tarif, Produsen China Jual Produk Langsung ke Konsumen Imbas Kebijakan Tarif, Produsen China Jual Produk Langsung ke Konsumen

Jakarta, GPriority.co.id – Kebijakan tarif yang diusung Presiden AS Donald Trump, memicu polemik dari berbagai pihak hingga kini. Bahkan sejak diumumkan, AS dan China pun terus melanjutkan konflik perang tarifnya.

Imbas dari kebijakan tarif tersebut, kini para pemasok dan produsen China dilaporkan langsung menjual produk mereka ke konsumen. Harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga retail yang dijual pada TikTok.

Foto : Dok. TikTok

Para pemasok dan produsen China itu mengklaim jika mereka menjual produk dengan material yang sama, dibuat dengan orang yang sama, namun tanpa logo.

Membuat heboh, mereka juga mengklaim sebagai manufaktur dari brand-brand terkenal seperti Birkin, Lululemon, Birkenstock, hingga masih banyak brand terkenal lainnya.

Bahkan beberapa pemasok dan produsen menawarkan transparansi soal harga material dan ongkos produksi. Mereka menyebut bahwa harga jual para brand hanya ditujukan untuk branding.

Para pemasok dan produsen juga menjual produk langsung ke pembeli, juga ada yang menawarkan free global shipping dan menanggung pajak impor.

Seberapa Jauh Perbedaan Harganya?

Adapun penjualan langsung ke pembeli ini selain untuk menekan harga, tetapi diduga juga dilakukan demi meminimalisir tarif. Beberapa contoh produk yang ditawarkan seperti Tas Birkin dari harga USD 34.000 menjadi USD 1.400, celana yoga ‘Lululemon’ dari harga USD 100 menjadi USD 5-6 saja.

Ada juga clogs ‘Birkenstock’ dari harga USD 150 menjadi USD 10, hingga kapsul laundry ‘Tide-Pods’ dari harga USD 13 menjadi USD 1.

Fenomena ini tentu menjadi kekhawatiran akan beredarnya produk palsu alias dupe ke pasaran. Hal ini dikarenakan para pemasok dan produsen tersebut bisa saja memalsukan klaim mereka sebagai pihak manufaktur merk-merk terkenal itu. Juga bukan suatu hal yang tidak mungkin jika mereka hanya memanfaatkan situasi perang tarif, demi keuntungan pribadi.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Getty Images