Ini Dia Daerah Yang Mampu Mengendalikan Konsumsi Produk Tembakau

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemenkes

Jakarta, Gpriority.co.id – Seiring dengan puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2023 yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Kamis (08/06), pemerintah melalui Kemenkes memberikan penghargaan kepada 34 Lembaga dan oganisasi mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi. Penghargaan diberikan kepada mereka yang dianggap telah berkomitmen dalam mendukung pengendalian konsumsi produk tembakau

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Eva Susanti, Director The Union Asia Pasifik Tara Singh Bam dan Ketua Tim Populasi Lebih Sehat dan Penyakit Tidak Menular WHO Indonesia, Lubna Bhatti secara langsung memberikan penghargaan tersebut. Menurut Wamenkes, pihaknya memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah memiliki Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Kami juga meluncurkan evaluasi tersebut dalam bentuk digital, untuk memberikan monitoring dan evaluasi terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kedepan yang paling penting advertising rokok,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kemenkes.

Dari 34 penerima penghargaan tersebut terbagi dalam 6 kategori. Kategori pertama ialah Pastika Parahita, yang diberikan kepada kabupaten/kota yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berupa peraturan daerah. Kabupaten/Kota tersebut ialah Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Pemkab Tana Tidung, Pemkab Aceh Tamiang, Pemkab Musi Rawas Utara serta Pemkab Bantul.

Kategori kedua, Paramesti diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berupa peraturan kepala daerah. Diantaranya, Pemkab Pacitan, Pemkab Wonosobo, Pemkab Tapanuli Tengah, Pemkab Mimika, Pemkab Nias Utara, Pemkab Samosir, Pemkab Labuhan Batu Utara, Pemkab Simalungun, serta Pemkab Kutai Kartanegara.

Ketiga, Kategori Daerah Pilot Project Dashboard E-Monev KTR, diberikan kepada daerah yang telah menerapkan pengawasan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menggunakan Dashboard E-Monev. Daerah itu diantaranya, Pemkab Klungkung, Pemkot Bogor, Pemkot Metro, Pemkot Depok, Pemkot Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kategori keempat ialah Penghargaan Satisaya, diberikan kepada Puskesmas yang telah aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM). Penghargaan diberikan kepada, Puskesmas Kranggan, Kota Mojokerto, Puskesmas Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Puskesmas Mlongo, Kabupaten Jepara, Puskesmas Teluk Karang, Kota Tebing Tinggi serta Puskesmas Matraman, Kota Jakarta Timur.
Adapun kelima, Kategori Pastika Awya Pariwara, diberikan kepada daerah yang menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan tentang iklan produk tembakau di luar ruang. Daerah tersebut ialah Pemerintah Daerah Kota Solok, Pemeritnah Daerah Kota Sawah Lunto, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan.

Sementara Kategori keenam ialah Pastika Upakara Winarya Prasiddha, diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan kampus. Diantaranya, Universitas Negeri Sebelas Maret serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Disamping 6 kategori tersebut, WHO juga turut memberikan penghargaan spesial kepada pihak-pihak yang telah berinovasi dan berdedikasi tinggi dalam pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia.

Penghargaan khusus tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori World No Tobbacco Day 2023 yang dianugerahkan kepada Forum Multikultural Petani Indonesia serta kategori Director Regional Spesial Recognition yang diberikan kepada Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SP, P (K).

Dengan diberikannya penghargaan tersebut, Wamenkes berharap dapat menjadi semangat sekaligus motivasi daerah untuk memperkuat komitmennya dalam mengendalikan konsumsi tembakau demi menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berdaya saing.