Investasi Mampu Meningkatkan Perekonomian di Ibukota Baru

Jakarta,Gpriority-Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara dialog ke-IV terkait Pemindahan Ibukota di Ruang Rapat Djunaedi HS, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas pada Senin (16/9) mengatakan, ” kita memahami kompleks permasalahan di Jakarta seperti macet, kualitas udara, banjir dan lain sebagainya. Sekali lagi ini bukan kesalahan pemerintahan jakarta. Jakarta menjadi seperti itu karena kelebihan beban sebagai pusat semua baik pemerintahan, industri maupun yang lainnya. Untuk mengurangi beban, Pemerintah Pusat akan memindahkan ibukota Negara”.

Selain pemindahan ibukota yang dilakukan Pemerintah Pusat, Pemprov DKI juga melakukan urban regeneration untuk mengatasi permasalahan ini. Untuk pendanaanya berasal dari APBD DKI sebesar 32 persen dan pembiayaan lainnya.

Tidak hanya permasalahan Jakarta, kesenjangan daerah juga menjadi alasan lainnya. ” Seperti yang kita tahu Jawa dan Sumatera masih mendominasi PDRB nya. Hal ini dikarenakan para investor masih memilih jawa dan sumatera untuk tempat berinvestasi. Untuk itulah diharapakan pemindahan ibu kota negara ke luar jawa diharapkan dapat merubah orientasi investor dari pulau jawa ke luar jawa. Dengan adanya investasi ini maka pengurangan kemiskinan di Indonesia bisa terjadi,” ucap Menteri Bambang.

Terkait dengan pengaruh ekonomi Indonesia dan Provinsi, Menteri Bambang mengatakan akan memiliki dampak ekonomi positif karena masuknya investor,mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru khususnya yang tinggal di Kalimantan Timur dan Kalimantan. Serta peningkatan perdagangan di Kalimantan Timur. Tidak hanya itu Provinsi lain akan mendapatkan dampak positif salah satunya Sulawesi Selatan yang memiliki industri semen.

Peningkatan ekonomi ril untuk jangka pendek di Kaltim pun bisa naik sekitar 7,3 persen, begitu pula Pulau Kalimantan 4,7 persen dan Indonesia sebesar 0,6 persen.

Pemindahan ibukota ke Kalimantan dalam jangka panjang pun akan menjadi magnet bagi sektor-sektor lainnya. Dan mampu meningkatkan income masyarakat.

Terkait jumlah penduduk di Ibukota baru, Pemerintah pusat menargetkan dalam lima setengah tahun mudah mudahan bisa di huni 1.500.000 penduduk.(Hs.Foto:Hs)

Related posts