Jakarta, GPriority.co.id – Duel antara Spanyol vs Argentina pada final Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi pertarungan dua raksasa sepak bola dunia, tetapi juga memunculkan dimensi geopolitik.
Iran secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Spanyol, bukan semata karena prestasi La Roja di lapangan, melainkan juga karena sikap politik Madrid yang dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip Teheran dalam isu internasional.
Laporan terbaru WION menyebutkan, pemerintah Iran memuji Spanyol sebagai negara yang “berada di sisi yang benar dalam sejarah” setelah konsisten mengambil posisi independen dalam berbagai konflik internasional, termasuk menolak pendekatan militer dan menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Sikap tersebut membuat hubungan politik kedua negara mendapat sorotan di tengah berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan ucapan selamat kepada Spanyol setelah berhasil menyingkirkan Prancis di semifinal. Ia juga memberikan dukungan menjelang laga final melawan Argentina.
“Kami mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Spanyol atas keberhasilan tim nasional mereka mencapai final Piala Dunia. Spanyol telah menunjukkan bahwa mereka berada di sisi yang benar dalam sejarah, dan kami berharap mereka meraih kesuksesan di final,” ujar Baghaei, sebagaimana dikutip WION.
Dukungan tersebut tidak lepas dari hubungan diplomatik yang menghangat antara Teheran dan Madrid dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez diketahui mengambil sikap yang berbeda dengan sejumlah sekutu Barat terkait konflik di Timur Tengah.
Madrid menolak keterlibatan dalam aksi militer terhadap Iran dan berulang kali menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta penyelesaian konflik melalui dialog.
Meski demikian, final Piala Dunia tetap diprediksi berlangsung sengit dari sisi olahraga. Spanyol datang dengan rekor pertahanan terbaik sepanjang turnamen setelah hanya kebobolan satu gol, sedangkan Argentina tampil sebagai tim paling produktif dengan 19 gol dan menyapu bersih seluruh pertandingan menuju final.
Pertemuan ini juga mempertemukan dua generasi berbeda, yakni Lionel Messi yang memburu gelar Piala Dunia kedua secara beruntun dan Lamine Yamal sebagai bintang muda yang menjadi simbol era baru sepak bola Spanyol.
