Ancam Segera Kalahkan Iran, Trump: Sebaiknya Berperilaku Lebih Baik!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Foto : Dok. AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Foto : Dok. AFP

Washington, GPriority.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Trump menyatakan bahwa Iran akan “dikalahkan dalam waktu yang sangat singkat” jika terus melakukan tindakan yang dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.

Ia juga mendesak Teheran agar segera mengubah sikap dan kembali membuka ruang diplomasi. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target militer Iran, menyusul sengketa yang terus memanas di kawasan Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya yang dikutip WION, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu mengambil langkah lebih tegas apabila Iran tetap menolak mengubah perilakunya.

“Iran akan dikalahkan dengan sangat cepat. Mereka sebaiknya berperilaku lebih baik (They better behave),” kata Trump.

Ia juga mengklaim bahwa operasi militer Amerika sejauh ini berjalan sesuai rencana dan tidak memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi domestik maupun pasar energi Amerika.

“Negara kita sedang berkembang pesat. Apa yang kami lakukan tidak berdampak besar terhadap harga minyak. Kami berada dalam posisi yang sangat kuat,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika konflik kembali meningkat setelah Iran menutup akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Sebagai respons, Amerika Serikat memperluas operasi militernya dengan menyerang fasilitas pertahanan pantai, sistem rudal, dan sejumlah instalasi strategis Iran. Teheran menyebut serangan itu sebagai bagian dari “perang eksistensial” dan menegaskan akan mempertahankan posisinya.

Meski mengeluarkan ancaman keras, Trump mengisyaratkan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Menurutnya, komunikasi dengan pejabat Iran masih berlangsung dan peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka apabila Teheran bersedia memenuhi tuntutan Washington.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap bersikeras bahwa negosiasi baru dapat dilakukan apabila Amerika Serikat menghormati komitmen yang pernah disepakati sebelumnya. Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua pihak akan segera mencapai titik temu, sementara aktivitas militer di kawasan masih terus berlangsung.

Ketegangan terbaru ini kembali memicu kekhawatiran pasar global terhadap pasokan energi. Harga minyak dunia sempat menguat akibat meningkatnya risiko gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.