Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Dimas A Putra | Foto: hrw.og
Beirut, GPriority.co.id— Dilaporkan Israel melakukan serangan dengan menggunakan fosfor putih dalam operasi militer di Gaza dan Lebanon. Operasi ini telah menyebabkan risiko cedera serius jangka panjang, ungkap Human Rights Watch dalam riliis dokumen tanya jawab.
Video yang diverifikasi oleh Human Rights Watch yang diambil di Lebanon dan Gaza, masing-masing diambil pada tanggal 10 dan 11 Oktober. Video tersebut menunjukkan beberapa ledakan fosfor putih yang ditembakan di pelabuhan Kota Gaza dan dua lokasi pedesaan di sepanjang Israel-Lebanon.
“Setiap kali fosfor putih digunakan di kawasan padat penduduk, ini menimbulkan risiko tinggi berupa luka bakar yang parah dan penderitaan seumur hidup,” ungkap Direktur Human Rights Watch untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Lama Fakih, yang dilansir hrw.org, Kamis (12/10).
Pada tanggal 11 Oktober lalu, Human Rights Watch telah mewawancara dua orang dari daerah al-Mina di Kota Gaza melalui telepon, yang menggambarkan pengamatan mereka terhadap serangan fosfor putih secara konsisten.
Salah satunya berada pada di jalan saat itu, sementara yang lainnya berada di gedung perkantoran terdekat. Keduanya menggambarkan serangan udara yang sedang berlangsung sebelum melihat ledakan di langit.
Mereka mengatakan, serangan tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 11.30 hingga 13.00 siang. Fosfor putih tersebut dikatakan memiliki bau yang menyengat. Humas Rights Watch memverifikasi bahwa video yang diambil di Kota Gaza, amunisi yang digunakan pada serangan tersebut menggunakan proyektil artileri fosfor putih 155mm yang meledak di udara.
Sementara itu, video lain yang diunggah di media sosial dan diverifikasi oleh Human Rights Watch menunjukkan lokasi yang sama. Asap putih pekat tersebut memilki bau seperti bawang putih.
