Jadi Sebab Eric Dane Wafat, Apa Itu Penyakit ALS?

Aktor "Grey's Anatomy" Eric Dane, meninggal dunia di usia 53 tahun pada Jumat (20/2)/Foto : Dok. X Aktor "Grey's Anatomy" Eric Dane, meninggal dunia di usia 53 tahun pada Jumat (20/2)/Foto : Dok. X

Jakarta, GPriority.co.id – Aktor Hollywood Eric Dane yang terkenal berkat penampilan dan kemampuan aktingnya sebagai Dr. Mark Sloan dalam serial “Grey’s Anatomy”, meninggal dunia pada usia 53 tahun, Kamis (19/2) kemarin.

Kabar kematian Eric Dane dikonfirmasi oleh pihak keluarganya, dan datang setahun setelah aktor tersebut diketahui tengah berjuang melawan ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis).

“Dengan berat hati, kami menyampaikan bahwa Eric Dane meninggal dunia pada Kamis sore setelah perjuangan yang berani melawan ALS,” bunyi pernyataan tersebut.

“Ia menghabiskan hari-hari terakhirnya dikelilingi oleh teman-teman terkasih, istrinya yang setia, dan kedua putrinya yang cantik, Billie dan Georgia, yang merupakan pusat dunianya. Sepanjang perjalanannya melawan ALS, Eric menjadi pendukung yang bersemangat untuk kesadaran dan penelitian, bertekad untuk membuat perbedaan bagi orang lain yang menghadapi perjuangan yang sama,” lanjut pernyataan tersebut.

Lantas, apa itu penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)?

Dilansir dari Mayo Clinic pada Jumat (20/2), Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf (neuron motorik) di otak dan sumsum tulang belakang. Neuron motorik berperan penting dalam mengendalikan gerakan otot sadar seperti berjalan, berbicara, menelan, dan bernapas. Ketika neuron ini mengalami kerusakan dan mati, otot-otot secara bertahap melemah, menyusut (atrofi), dan akhirnya lumpuh.

Hingga kini, penyebab pasti ALS belum sepenuhnya dipahami. Sekitar 90–95% kasus bersifat sporadis, artinya terjadi tanpa riwayat keluarga yang jelas. Sementara itu, 5–10% kasus lainnya merupakan ALS familial yang diwariskan akibat mutasi gen tertentu.

Beberapa faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan risiko ALS antara lain faktor genetik, paparan racun lingkungan, merokok, serta usia. Penyakit ini paling sering didiagnosis pada usia 40–70 tahun, meskipun dapat terjadi pada usia yang lebih muda. Pria sedikit lebih berisiko dibandingkan wanita, meski perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Gejala awal ALS sering kali ringan dan tidak spesifik, sehingga kerap tidak disadari. Tanda-tanda awal dapat berupa kelemahan otot di tangan atau kaki, kesulitan menggenggam benda, sering tersandung, kram otot, atau kedutan (fasciculation). Beberapa penderita juga mengalami gangguan bicara (disartria) atau kesulitan menelan (disfagia).

Seiring perkembangan penyakit, kelemahan otot menyebar ke bagian tubuh lain. Penderita dapat kehilangan kemampuan berjalan, menggunakan tangan, berbicara, makan, dan akhirnya bernapas secara mandiri. Meskipun fungsi motorik memburuk, kemampuan berpikir dan kesadaran umumnya tetap terjaga pada sebagian besar pasien, meskipun sebagian kecil dapat mengalami gangguan kognitif atau demensia frontotemporal.

Rata-rata harapan hidup setelah diagnosis ALS adalah sekitar 3–5 tahun, meskipun beberapa pasien dapat hidup lebih lama dengan perawatan yang optimal. Salah satu contoh terkenal adalah fisikawan teoretis Stephen Hawking, yang hidup selama beberapa dekade setelah didiagnosis ALS pada usia muda.