Jakarta, GPriority.co.id – Kerusakan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara menjadi perhatian serius DPRD Kaltara.
Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa buruknya akses jalan di Kecamatan Krayan membuat sebagian masyarakat lebih memilih memenuhi kebutuhan sehari-hari ke Malaysia dibandingkan di wilayah Indonesia.
Persoalan tersebut menjadi salah satu isu utama yang disampaikan dalam audiensi DPRD Kaltara dengan Kementerian PUPR pada Kamis (23/7).
Menurut Achmad Djufrie, kondisi jalan di kawasan perbatasan saat ini mengalami banyak kerusakan sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat maupun distribusi kebutuhan pokok.
“Jalan menuju Malaysia justru lebih baik. Akibatnya masyarakat lebih memilih berbelanja ke Malaysia karena aksesnya lebih mudah dibandingkan menuju wilayah Indonesia,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan serta penguatan kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, DPRD Kaltara turut mengusulkan pembangunan jalan penghubung di wilayah Krayan yang diharapkan dapat membuka akses menuju kawasan lain di Pulau Kalimantan. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian PUPR.
Achmad Djufrie menggambarkan kondisi jalan di sejumlah titik sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, saat musim hujan, jalan dipenuhi lumpur hingga menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki untuk melintas.
“Ada ruas jalan yang lumpurnya sangat dalam. Bukan hanya kendaraan yang sulit lewat, orang berjalan kaki pun kesulitan,” ujarnya.
Padahal, akses tersebut menjadi jalur utama distribusi bahan pangan, kebutuhan pokok, hingga pelayanan masyarakat di desa-desa wilayah Krayan.
Karena itu, DPRD Kaltara meminta pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan. Menurut Achmad Djufrie, peningkatan akses transportasi akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap negara tetangga.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltara akan terus mengawal komunikasi dengan pemerintah pusat serta mendorong dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar penanganan jalan di Krayan dapat dilakukan secara bertahap.
“Kami akan terus memperjuangkan agar masyarakat Krayan memiliki akses jalan yang layak. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat wilayah perbatasan Indonesia,” tutup Achmad Djufrie.
