Jejak Pasar Beringhaijo dari Zaman ke Zaman

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : Istimewa

Yogyakarta, GPriority.co.id – Pasar Beringhaijo memiliki sejarah sebagai pusat perbelanjaan di Yogyakarta.

Dalam perjalanannya, Pasar Beringhaijo yang semula bernama Pasar Gedhe didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I ketika membangun Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dilansir jogjacagar.jogjaprov.go.id, pasar ini merupakan bangunan pusat kegiatan perekonomian untuk rakyat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus sebagai komponen utama dalam kelengkapan kota sebagai Ibukota saat itu, yang terdiri atas alun – alun , kompleks keraton, masjid gedhe, dan pasar. Pasar Gedhe berada di utara kompleks keraton, tepat di areal utara dari Benteng Vredeburg. Keberadaan empat komponen yang terdiri atas alun-alun yang dikelilingi bangunan pusat pemerintahan di selatannya, masjid di sisi barat, dan pasar di bagian utara merupakan komponen yang selalu ada pada kota tradisional di Jawa.

Pergantian nama menjadi Pasar Beringhaijo teijadi pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII.

Kini jalan di selatan Pasar Beringhaijo dinamakan Jalan Pabringan, yang diambil dari kata beringan, untuk mengingatkan pada sejarah lokasi pasar. Sementara harjo berarti aman dan tenteram.

Bangunan Pasar Gedhe secara umum terbagi atas dua bagian yaitu barat dan timur yang dipisahkan oleh keberadaan jalan tembus yang menghubungkan antara Jalan Lor Pasar dengan Jalan Pabringan. Kompleks bagian barat terdiri atas gerbang, kios dan deretan los. Pada bagian barat Pasar Beringhaijo terdapat:

Gerbang Pasar

Berbentuk bangunan kembar berlantai dua dengan pintu transparan di tengahnya. Posisi gerbang berada di paling depan tepat di tengah diapit dua deretan kios di kiri kanannya. Bangunan kembar masing-masing berukuran 2 x 2,5 m, difungsikan sebagai fasilitas publik.

Deretan Kios

Berada di kiri-kanan gerbang merupakan ruangan dengan fungsi sebagai tempat beijualan yang dilengkapi sekat untuk membatasi satu kios dengan kios lainnya. Setiap kios berukuran 3 x 3 m dan beijumlah 18 buah, masing-masing 9 kios di sisi utara dan selatan bangunan gerbang pasar. Dari 18 kios tersebut, terdapat dua kios paling ujung di utara dan selatan yang mengalami perubahan menjadi dua lantai.

Deretan Los

Terdiri atas 2 bangunan los pada sisi utara dan 2 bangunan los pada sisi selatan. Masing-masing bangunan los terdiri atas 4 deret yang digunakan dua muka saling membelakangi oleh pedagang. Antara deret los terdapat selasar untuk alur pengunjung.