Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : dok. Pribadi
Jakarta, GPriority.co.id-Tak terasa sebentar lagi kita memasuki Hari Raya Idul Adha. Pastinya Anda sudah tahu hari apa saja puasa boleh dilakukan sebelum Idul Adha.
Namun ada juga hari yang melarang puasa pada Idul Adha. Adapun hari yang dimaksud tiga hari setelah Idul Adha atau biasa disebut hari tasyrik.
Kenapa puasa haram dilakukan saat hari Tasyrik?
Berpuasa di hari-hari tersebut haram dilakukan karena masih satu rangkaian dengan Iduladha. Selama hari tasyrik, takbir akan tetap berkumandang.
Larangan berpuasa ini juga tercantum dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah, 320:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِنْدَ اللُّغَوِيِّينَ وَالْفُقَهَاءِ ثَلاثَةُ أَيَّامٍ بَعْدَ يَوْمِ النَّحْرِ ، قِيلَ : سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لأَنَّ لُحُومَ الأَضَاحِيِّ تُشَرَّقُ فِيهَا ، أَيْ تُقَدَّدُ فِي الشَّمْسِ
Artinya:
Hari Tasyrik menurut ahli bahasa dan ahli fikih adalah tiga hari setelah hari kurban [hari raya Idhuladha]. Dinamakan tasyrik karena daging-daging kurban didendeng [dipanaskan di bawah terik matahari] pada hari-hari itu.
Dalam riwayat lain juga disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ وَعَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Artinya:
Diriwayatkan dari Aisyah, dan dari Salim dari Ibn Umar, keduanya berkata, tidak diberi keringanan di hari Tasyrik untuk berpuasa kecuali jika tidak didapati hewan sembelihan [hadyu]. (HR Bukhari)
Dalam hadits lain disebutkan:
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya:
Dari Nubaishah, ia berkata, Rasulullah bersabda: hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum. (HR Muslim ).
