Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), memprediksi kasus kanker di Indonesia akan naik 63 persen pada 2025-2034.
Kemenkes RI juga membeberkan data kasus kanker di Indonesia, dimana pada tahun 2022, terdapat sebanyak 408.661 kasus kanker baru di Indonesia.
Sementara, 242.988 kasus kematian akibat kanker di Indonesia juga terjadi pada tahun yang sama.
Pada 2030, diprediksi akan ada 522.000 kasus kanker baru di Indonesia. Begitupun dengan kasus kematian akibat kanker yang diprediksi meningkat hingga 320.000 kasus di Indonesia.
Beberapa masalah terkait kanker di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya seperti pola hidup yang tidak sehat, hambatan geografis, masalah sosial ekonomi, serta akses pengobatan.
Hal-hal lain yang berkaitan juga seperti tingginya faktor risiko kanker, terlambatnya penanganan, serta masih tingginya kepercayaan masyaraka Indonesia terhadap pengobatan alternatif.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, mengungkap jika angka kematian akibat kanker di Indonesia masih tinggi.
Seperti kanker dewasa, angka kematiannya masih 70 persen. Sedangkan anak-anak mencapai 70-80 persen.
Langkah Pemerintah Atasi Kanker di Indonesia

Dilansir dari laman Kemenkes pada Kamis (6/2), untuk mencegah kasus kanker yang semakin bertambah di Indonesia, pemerintah melakukan beberapa langkah seperti mengajak masyarakat untuk lebih tahu terkait risiko kanker dan sosialisasi pola hidup sehat.
Pemerintah juga meningkatkan akses skrining terhadap penyakit kanker begitupun dengan pelayanan kesehatannya.
Langkah selanjutnya yaitu berkolaborasi dengan pemerintah, swasta, komunitas, serta mitra usaha untuk menangani kasus kanker di Indonesia.
Disisi lain, pemerintah juga membentuk RAN (Rencana Aksi Nasional) untuk menangani 4 kasus jenis kanker yang menjadi prioritas.
Selain kanker rahim dan kanker payudara, kasus lainnya yaitu berkaitan dengan kanker usus dan kanker paru-paru.
Foto : Ilustrasi/Shutterstock
