Iran, GPriority.co.id – Melihat situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di Iran, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Tehran telah memantau kondisi WNI di Iran.
Sebagaimana dilansir dari laman Kemlu RI, kota-kota simpul utama komunitas WNI seperti Qom dan Ishafan dilaporkan relatif tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan. Menurut data KBRI Tehran, WNI di Iran mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan di Iran, terutama di Kota Qom.
Berdasarkan pantauan per Senin (12/1) lalu KBRI Tehran menegaskan untuk saat ini belum diperlukan evakuasi bagi para WNI di wilayah tersebut. Kendati demikian, mereka telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi ekskalasi situasi keamanan, sesuai dengan rencana kontigensi.
“KBRI Tehran mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari lokasi pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran,” tulis rilis tersebut.
Selain itu, bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke iran, diimbau agar menunda perjalanan sampai situasi dan kondisi dinyatakan kondusif.
“Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027,” tutup rilis tersebut.
Sebagai informasi, kerusuhan di Iran dimulai saat rakyat Iran turun ke jalan di tengah runtuhnya ekonomi negara tersebut pada awal Desember lalu. Aksi protes semakin intensif dengan tuntutan untuk menggulingkan pemimpin tertinggi negara dan mengakhiri rezim yang ada. Putra Mahkota Iran yang diasingkan dan putra Shah, Reza Pahlavi, juga mengisyaratkan akan kembali ke Iran.
Situasi semakin parah usai Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan kepada para demonstran dan memberi peringatan bahwa dirinya akan menyerang Teheran.
Puncaknya pada 8-9 Januari, ketika protes semakin intensif, Trump mengatakan bahwa tampaknya para pemimpin Iran dalam masalah besar. Dia memperingatkan bahwa jika militer Iran menembak para demonstran, maka Amerika juga akan menembak mereka.
“Lebih baik kalian jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” ujar Trump.
