Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1).
Pembongkaran proyek monorel yang mangkrak sejak 2004 ini disaksikan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung–Rano Karno, bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta. Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso (Bang Yos), serta perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gubernur Pramono Anung mengatakan, total anggaran pembongkaran hingga penataan kawasan monorel mencapai Rp102 miliar, dengan biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp254 juta.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata Pramono kepada wartawan di lokasi.
Pramono menjelaskan, penataan kawasan akan mencakup pembangunan jalan, saluran air, trotoar, penerangan jalan umum, serta sarana pendukung lainnya, termasuk peningkatan estetika trotoar dan taman. Pemprov DKI menargetkan penataan kawasan tersebut rampung pada September 2026.
Ia juga memastikan, selama proses pembongkaran dan penataan kawasan Rasuna Said tidak akan dilakukan penutupan jalan, karena pekerjaan dikerjakan pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyampaikan apresiasi kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang telah mendukung rencana pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut.
Sementara itu, Sutiyoso mengaku lega karena nasib proyek monorel akhirnya memiliki kepastian.
“Hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Nah itu saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono, tidak bisa melanjutkan ya dibongkar. Itu pilihan yang paling buruk tetapi harus kita lakukan itu ya,” ucapnya.
“Dan saya sekali lagi secara pribadi saya terima kasih mudah-mudahan kalau saya lewat ini nggak sakit mata lagi saya. Karena itu yang selama ini terus terpikir gini, aduh ya sedih aja ya gitu kan, aku mulai itu jadinya kayak begini ya,” pungkas Sutiyoso.
