Kemendag Luncurkan Kampanye Aman Belanja Online

Jakarta,Gpriority-Di masa pandemi ini belanja online menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Karena masyarakat tidak perlu ke luar rumah sehingga dapat menghindari resiko penularan Covid-19.

Sayangnya trend meningkat belanja online dibarengi pula dengan banyaknya penipuan-penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat aktivitas belanja online menjadi menurun dibandingkan awal pandemi.

Hal inilah yang melatarbelakangi Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) bekerja sama dengan Facebook Indonesia meluncurkan kampanye Aman Belanja Online melalui tagar #AmanBelanjaOnline pada hari ini, Kamis (22/4). Kampanye ini merupakan bagian dari peringatan hari konsumen nasional (Harkonas) tahun ini yang bertema “Konsumen Berdaya, Ekonomi Meningkat”.

Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono menyampaikan, kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat seputar kiat aman berbelanja secara online. “Kampanye ini juga selaras dengan komitmen Facebook untuk terus menyediakan lingkungan online yang aman bagi konsumen dalam melakukan kegiatan jual beli. Untuk itu, Facebook bekerja sama dengan Kemendag akan memeriksa profil atau postingan yang terindikasi melakukan penipuan, menjual barang ilegal, maupun melanggar peraturan perdagangan lainnya secara teliti,” ujarnya.

 Veri menjelaskan, kolaborasi dengan Facebook Indonesia sejalan dengan komitmen Kemendag dalam menjaga keamanan dan pengalaman konsumen Indonesia saat berbelanja, terutama di lingkungan online. Kolaborasi ini juga bagian dari kerja sama pemerintah dan swasta dalam mengedukasi konsumen dan para pelaku bisnis guna menciptakan pengalaman jual beli online yang aman, terutama di media sosial. Untuk itu, Kemendag mengapresiasi inisiatif Facebook dalam menyelenggarakan kampanye edukasi dan mempermudah akses pelaporan langsung bagi Kemendag terkait konten perdagangan.

“Konsumsi masyarakat merupakan salah satu komponen yang substansial. Oleh sebab itu, penting bagi konsumen untuk mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari platform perdagangan elektronik sehingga dapat bertransaksi secara aman, nyaman, dan lebih percaya diri,” kata Veri.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia Ruben Hattari mengungkapkan, pandemi telah mendorong terjadinya percepatan adopsi digital masyarakat Indonesia dan membawa lebih banyak keuntungan bagi mereka untuk berbelanja secara online. Akan tetapi, kebiasaan normal baru tersebut juga membawa tantangan baru bagi para konsumen, salah satunya dalam hal keamanan berbelanja secara online. “Banyak pelaku bisnis yang menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk mempromosikan produk dan terhubung langsung dengan para pelanggan mereka. Untuk itu, Facebook Indonesia ingin mendorong para pelaku bisnis dan konsumen agar memahami ketentuan perdagangan, baik di layanan Facebook maupun peraturan yang berlaku di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memastikan keamanan para pengguna saat bertransaksi online, dengan menunjukkan fitur-fitur serta tips yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia agar dapat berbelanja secara aman di Facebook, Instagram, dan WhatsApp,” terang Ruben.

Ruben menambahkan, pada Harkonas tahun ini Facebook bangga karena dapat bekerja sama dengan Kemendag untuk berbagi tips dan edukasi kepada konsumen dan pelaku bisnis seputar keamanan berbelanja online. “Kami berharap kampanye ini dapat semakin memberdayakan masyarakat untuk memegang kendali atas pengalaman belanja online mereka, serta memahami langkah-langkah yang dapat diambil apabila menemukan perilaku mencurigakan di layanan-layanan kami,” ujar Ruben.

Sebagai pembuka, Kemendag dan Facebook akan hadir dalam acara Ngobrol Dagang dengan tema ‘Menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital’. Pada sesi ini, Veri dan Ruben akan berbincang santai bersama Patricia Gouw untuk membahas kiat menjadi konsumen cerdas dan bijak di era digital.

Acara ini ditayangkan melalui Halaman Facebook Page Indonesia dan Facebook Kementerian Perdagangan pada 22 April 2021 pukul 16.00 WIB. Kemudian, Kemendag dan Instagram akan menggabungkan konsep edukasi dan belanja melalui penyelenggaraan Instamarket yang berkolaborasi dengan komunitas kreatif Kreavi, beberapa UMKM lokal terkurasi, serta tiga figur publik tanah air, Zaskia Adya Mecca, Daniel Mananta, dan Alice Norin. Melalui akun Instagram para kreator ini akan berbagi beberapa tips untuk berbelanja secara aman. Lebih dari itu, konsumen juga dapat menikmati penawaran khusus dari para UMKM yang berpartisipasi melalui Koleksi spesial Instamarket di Instagram Shop mereka.

Dalam kegiatan Instamarket ini, Kemendag dan Instagram juga akan mengedukasi konsumen seputar fitur dalam aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk berbelanja secara aman dan nyaman di Instagram, seperti Instagram Shop, Tentang Akun Ini, dan Lapor. Instamarket akan berlangsung pada 22—24 April 2021 sebagai bagian dari program Pekan Diskon Harkonas.

 Untuk semakin memeriahkan hari pertama penyelenggaraan Instamarket, Instagram menghadirkan sebuah New! Story yang muncul pada Stories bar pengguna di Indonesia dan berisi beberapa tips utama #AmanBelanjaOnline. Adapun informasi lengkap mengenai tips berbelanja secara aman ini dan direktori UMKM yang berpartisipasi dapat diakses melalui: instamarket.kreavi.com.

Terakhir, konten edukasi #AmanBelanjaOnline yang dikemas secara interaktif bersama dengan beberapa kreator konten yang besar di Facebook dan Instagram, seperti Edho Zell, Dalang Pelo, dan Mice Cartoon. Melalui kegiatan ini, para kreator konten akan mengemas pesan #AmanBelanjaOnline bagi para konsumen dan pelaku bisnis secara ringan dan mudah dipahami, guna menjaga iklim perdagangan yang aman, sehat dan bertanggung jawab. Konten karya para kreator ini akan tayang secara bertahap di akun Instagram dan Facebook masing-masing kreator hingga Juli 2021. #AmanBelanjaOnline merupakan bagian dari rangkaian kampanye kolaborasi kelanjutan Kemendag dan Facebook di bawah payung #TumbuhdiFacebook. Kampanye ini berlangsung mulai 22 April 2021 hingga Juli 2021. Kampanye #AmanBelanjaOnline ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan dan kepercayaan konsumen, serta konsumsi masyarakat untuk mengembalikan, bahkan meningkatkan stabilitas perekonomian tanah air.(Hs.Foto.dok.Kemendag)    

Related posts