Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Dr. Budi Santoso, dalam arahannya mengenai Capaian 2024 dan Program Kerja 2025 pada Senin (6/1) di Kantor Kemendag mengatakan setidaknya ada 4 perundingan perjanjian dagang yang ditargetkan selesai pada tahun 2025 .
Pertama, penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Kedua, penyelesaian perundingan Indonesia-Canada CEPA yang ditargetkan penyelesaian penandatanganan perjanjian selesai Mei 2025.
Ketiga, Indonesia-Peru CEPA yang tahap akhir perundingannya ditargetkan selesai pada kuartal I-2025.
Keempat, Indonesia-EAEU FTA yang ditargetkan selesai pada kuartal I-2025.
“Kami targetkan Indonesia EU-CEPA secara substansi perjanjiannya sudah selesai 85% dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2025,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Lebih lanjut, Mendag mengatakan, sampai saat ini Indonesia 19 FTA/CEPA dalam kerangka bilateral dan regional. Mencakup negara ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Pakistan, Chile, UAE, Iran, D8 dan OKI.
“Share ekspor ke negara mitra FTA pada tahun 2023 sebesar 71,22% dari total ekspor Indonesia. Meningkat dari tahun 2022 sebesar 69,24%,” ungkap Budi.
Sementara itu, Kemendag juga berhasil mengatasi hambatan trade remedies di Australia dan Amerika Serikat dengan potensi nilai ekspor perdagangan Indonesia sebesar US$ 554,8 juta atau setara Rp 8,8 triliun.
Foto : GPriority/Jojie Matitaputty
