Jakarta, GPriority.co.id – Generasi milenial, terutama kepada seluruh mahasiswa di perguruan tinggi, diharapkan dapat lebih proaktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan yang dilakukan oleh pemerintah ke depannya.
Oleh karena itu, pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengundang seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi dan memberikan kesempatan magang di berbagai lokasi pembangunan infrastruktur perumahan di seluruh wilayah Indonesia.
Ir. Iwan Suprijanto, S.T, M.T, FIDSK, M.T, IPU, ASEAN, Eng., selaku Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara pada kegiatan Kuliah Umum di Universitas Sriwijaya, Kota Palembang, pada Rabu (10/1).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dipimpin oleh Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E, M.Si, Direktur Jenderal Perumahan juga memberikan presentasi mengenai “Strategi Kementerian PUPR Dalam Penyelenggaraan Perumahan” dan aktif terlibat dalam diskusi serta sesi tanya jawab bersama mahasiswa.
“Dalam pembangunan infrastruktur dan perumahan di Indonesia tentunya memerlukan peran aktif dari generasi muda khususnya mahasiswa,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, seperti dilansir di Jakarta oleh GPriority.co.id.
Iwan menyatakan bahwa saat ini, Kementerian PUPR bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM).
Para mahasiswa tersebut akan melakukan magang di berbagai unit kerja di Kementerian PUPR, termasuk Direktorat Jenderal Perumahan, untuk mengawasi proses pembangunan sesuai dengan bidang studinya dan mempelajari cara membangun rumah yang layak huni.
Iwan menjelaskan bahwa sebelumnya, Direktorat Jenderal Perumahan telah menggelar tiga rangkaian Program MBKM, diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi.
Untuk masa mendatang, rencananya adalah membuka hingga 800 slot magang dan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di berbagai Satuan Kerja dan Balai Penyediaan Perumahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut informasi yang tercatat di Direktorat Jenderal Perumahan, pada Program MBKM batch 3 dari bulan Agustus hingga Desember tahun 2022, diikuti oleh 246 mahasiswa. Pada batch 4 tahun 2023, periode Februari hingga Juni, terdapat partisipasi dari 365 mahasiswa, dan untuk periode Agustus hingga Desember, jumlah mahasiswa yang ikut mencapai 316 orang.
“Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR masih membuka kesempatan mahasiswa untuk ikut dalam Program MBKM. Periodenya adalah bulan Februari hingga Juni 2024 dan kami juga mengajak engieneer muda dalam pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Kendati demikian, Iwan menjelaskan bahwa dalam upaya membangun perumahan untuk masyarakat Indonesia, pemerintah melalui Kementerian PUPR terlibat dalam intervensi untuk mempercepat penyediaan rumah yang layak huni.
Tindakan ini diwujudkan melalui distribusi bantuan peningkatan kualitas sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022, yang mencakup Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sejahtera, BSPS, Sarana Hunian Pariwisata, dan Klinik Rumah Swadaya (KRS).
Selain itu, terdapat bantuan penyediaan melalui konstruksi rumah susun dan rumah khusus, bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) seperti pembangunan jalan, drainase, sistem penyediaan air minum, serta fasilitas pengelolaan sampah.
Tidak hanya itu, tersedia juga insentif PPN-DTP, subsidi pembiayaan kepemilikan rumah, dan pengembangan sistem informasi sebagai bagian dari usaha sinkronisasi data.
Foto: Kementrian PUPR
