Jakarta, GPriority.co.id – Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebesar 82,15 atau masuk kategori baik. Angka ini meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun 2025.
Capaian tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), KedaiKOPI, dan Indikator terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
Survei ITS dilakukan di 26 provinsi di seluruh Indonesia dengan melibatkan 5.105 responden. Penilaian mencakup aspek prasarana, sarana, serta manajemen transportasi. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada moda kereta api dengan nilai 94,30 atau masuk kategori sangat baik. Selanjutnya disusul moda angkutan jalan dengan nilai 84,50, moda angkutan udara 82,12, moda angkutan laut 81,78, dan moda penyeberangan 77,48.
Sementara itu, survei KedaiKOPI yang dilakukan pada 23–30 Maret 2026 melibatkan 1.101 responden. Survei ini mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan armada transportasi umum, infrastruktur, serta kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan.
Hasilnya, sebanyak 88,8 persen responden menyatakan puas dengan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini. Rata-rata tingkat kepuasan mencapai 7,18 dari skala 1 hingga 10. Selain itu, kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow mendapat respons positif dari 80,8 persen responden.
Adapun berdasarkan survei Indikator, mayoritas masyarakat atau sebanyak 80,8 persen responden mengaku puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Di kalangan pemudik, tingkat kepuasan bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 85,3 persen. Sementara itu, masyarakat yang menyatakan puas terhadap layanan angkutan umum tercatat sebesar 79,7 persen. Survei ini melibatkan 1.200 responden.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi hasil survei dari ITS, KedaiKOPI, dan Indikator tersebut.
“Kemenhub sangat mengapresiasi hasil survei ITS, KedaiKOPI dan Indikator terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Atas arahan Bapak Presiden, Angkutan Lebaran kali ini dapat berlangsung aman, selamat, tertib, dan terkendali,” kata Dudy dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Dudy mengatakan hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan pada masa Angkutan Lebaran, tetapi juga pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun hari-hari besar lainnya.
Menurutnya, capaian tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa kebijakan dan program yang diterapkan selama masa Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Ia juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.
Dudy memastikan Kemenhub akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari ITS, KedaiKOPI, dan Indikator terkait sejumlah perbaikan di setiap moda transportasi. Hal ini penting untuk memastikan perjalanan masyarakat pada periode mendatang dapat berlangsung lebih aman, selamat, dan lancar.
“Kemenhub akan terus berinovasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di tanah air. Kami juga berharap, semoga angka kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi dapat terus meningkat di kemudian hari,” pungkasnya.
