Ketua PBNU Ngaku Khilaf Telah Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz: Saya Mohon Maaf

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Foto: GPriority Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Foto: GPriority

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengaku khilaf dan meminta maaf kepada masyarakat karena telah mengundang Peter Berkowitz menjadi pemateri dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama di Jakarta pada Jumat (15/8) lalu.

Yahya atau akrab disapa Gus Yahya mengatakan tidak mengetahui bahwa akademikus diundang merupakan orang yang cukup vokal menyuarakan pro-Zionisme di Palestina.

“Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Dr. Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latarbelakang zionisnya. Hal ini terjadi semata-mata karena kekurangcermatan saya dalam melakukanseleksi dan mengundang narasumber,” kata Gus Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (28/8).

Yahya menuturkan, sikap PBNU dalam masalah Palestina tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang.

Ia menyatakan PBNU mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat.

“Saya dan PBNU mengutuk tindakan-tindakan genocidal yang brutal yang dilakukan oleh pemerintahIsrael di Gaza,” kata dia.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengajak semua pihak dan aktor internasional untuk bekerja keras menghentikan genosida di Gaza dan mengusahakan terciptanya perdamaian.