Jakarta, GPriority.co.id – Rendang, makanan khas Sumatera Barat, kian menjadi primadona. Belum lama ini, 1 ton bumbu rendang dilaporkan di ekspor ke Norwegia.
Bukan hanya orang Indonesia yang mengakui kelezatannya, rendang juga menarik perhatian di dunia internasional.
Rendang bahkan disebut sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Berasal dari tanah Minangkabau, rendang kaya akan rempah yang khas.
Mengharumkan nama Indonesia, dilaporkan oleh sebuah perusahaan katering di Padang, 1 ton bumbu rendang akan di ekspor ke Norwegia.
Perusahaan katering dengan nama Golden Catering Padang tersebut berhasil memenuhi ketentuan kualitas produksi, untuk bisa mengekspor bumbu rendang ke negara di benua Eropa itu.
Pemilik Golden Catering Padang, Harti Ningsih, melaporkan jika minat masyarakat internasional terhadap rendang kian meningkat.
Hal ini juga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi UMKM lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tanah air.
Untuk meningkatkan eksistensi rendang di kancah internasional, kerja sama antar petani juga dilakukan, dengan dukungan dari Hipermi (Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau).
Nantinya mereka akan memanfaatkan fasilitas produksi seperti Rendang Center Payakumbuh, dan ditargetkan dapat memproduksi hingga 10 ton rendang per bulannya.
Lewat kerja sama tersebut, diharapkan berbagai sektor mendapat keuntungan yang semakin besar.
Kemenbud Usulkan Rendang ke UNESCO

Sebagai informasi, sebelumnya Kemenbud (Kementerian Kebudayaan) RI, dilaporkan akan mengusulkan rendang ke UNESCO.
Sebelumnya, pengajuan rendang ke UNESCO telah dilakukan pada 2023 lalu. Namun usulan tersebut masih perlu disempurnakan sebelum diajukan kembali.
Langkah ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan atas pengakuan global terhadap rendang sebagai sajian terlezat di dunia pada 2011, namun juga memperkuat upaya untuk melindungi identitas budaya Indonesia.
Foto : Ilustrasi/Freepik
