Launching KRISNA 3.0

Jakarta,Gpriority-KRISNA dibangun atas keinginan Presiden Jokowi mengenai sinkronisasi penganggaran. Pengembangan ini tidak terlepas dari industri 4.0.

” Pihak swasta sudah melakukan yang nyata. Karenanya kita tidak boleh kalah supaya sejalan dengan industri 4.0,” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka Krisna 3.0 di Ruang DH 1-5 Kementerian PPN/Bappenas,Jakarta Pusat.

Sistem Informasi Kolaborasi dan Informasi Kinerja atau yang disebut KRISNA 3.0 merupakan kolaborasi dari Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dan Kementerian Dalam Negeri.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan peluncuran KRISNA 3.0 ini merupakan upaya untuk lebih menyempurnakan sistem perencanaan dan penganggaran secara terintegrasi. “Pengembangan KRISNA tidak terlepas dari upaya adaptasi kita untuk mengantisipasi perkembangan revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan Internet of Things, cloud computing, dan machine learning atau Artificial Inteligent (AI) yang secara nyata telah mengubah pola kerja kita, dan secara perlahan telah mengubah struktur dan transformasi industri. KRISNA juga merupakan upaya kita untuk beradaptasi dalam konteks tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendukung ekosistem industri yang lebih maju,” ujar Menteri Bambang yang secara resmi meluncurkan KRISNA 3.0 bersama Menteri PANRB Syafruddin, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo, dan Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto.

Menteri Bambang mengatakan KRISNA sudah berkembang cukup jauh, lebih holistik, dan lebih integratif dalam menjangkau perencanaan dan penganggaran baik di pusat maupun di daerah.

“Dengan adanya KRISNA, maka semua proses perencanaan dilakukan secara digital. Seluruh proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, sampai dengan audit serta feedback bagi perencanaan, diharapkan dilakukan secara integratif, trackable, transparan, akuntabel dan paperless. Sistem yang terintegrasi dan trackable ini akan memudahkan corrective action dalam pelaksanaan kegiatan secara cepat, dan bahkan real time. Lesson learned pelaksanaan dari pengalaman dan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya dapat lebih mudah diakomodasi untuk perencanaan yang lebih berkualitas,” ujar Menteri Bambang.

KRISNA lahir pada 2017 dan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjalankan amanat PP No. 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional, khususnya pasal 34 yang berbunyi Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas untuk melakukan data sharing dan menyelenggarakan sistem informasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. KRISNA awalnya hanya mempunyai satu sub-sistem yang berfungsi dalam penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L), berkembang pada 2018 menjadi KRISNA 2.0 yang memiliki beberapa sub sistem: (i) KRISNA-RKP untuk menyusun prioritas nasional dalam RKP, (ii) KRISNA-DAK untuk menyusun pengusulan, penilaian, sinkronisasi dan pengalokasian DAK Fisik, dan (iii) KRISNA-SELARAS untuk Rakortek Renbang dan Musrenbangnas. Saat ini, KRISNA 3.0 sebagai generasi ketiga telah menyempurnakan KRISNA versi sebelumnya dan memiliki sub-sistem untuk RPJMN dan Renstra K/L yang terkoneksi dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.

Dengan adanya KRISNA daerah seperti dituturkan Bambang tidak perlu membuat dokumen tebal. Cukup menguploadnya ke KRISNA. Oleh karena itu kita harus memperkenalkan KRISNA secara lebih luas agar masyarakat mengetahuinya.

” Ke depan KRISNA dapat berkembang dan sinergi dengan sistem lainnya. Krisna tidak akan berhenti di anggaran saja namun akan meluas seperti pemantauan dalam reformasi birokrasi dan sebagainya,” tegas Bambang.

Menpan RB Syafrudin menyambut baik hadirnya Krisna. Karena bisa langsung tepat sasaran dan tidak salah target sehingga prioritas pembangunan bisa semakin terarah. (Hs.Foto:Hs)

Related posts