Kepulauan Seribu sudah menjadi primadona di mata pariwisata Indonesia. Selain tempatnya yang bagus, lokasinya pun mudah diakses dari Ibu Kota, Jakarta. Namun, ada satu pulau yang jarang diketahui oleh pengunjung, pulau apakah itu? Ya! Pulau Sebira atau lebih dikenal Pulau Sabira, orang menyebutnya sebagai batas utara di Kepulauan Seribu. Ujung batas Kepulauan Seribu ini memang terbilang jauh di antara pulau-pulau lainnya ; Pulau Harapan, Pulau Pramuka, Pulau Pari, dan Pulau Tidung. Maka dari itu, Yuk! Kita mengenal ada apa aja sih di Pulau ini?
Pada zaman Belanda, Pulau Sabira dijuluki sebagai Noord Wachter atau dalam Bahasa Indonesia berarti Jaga Utara. Pulau dengan luas sekitar 8,82 hektar ini terdapat sebuah mecusuar tinggi yang bertugas mengatur lalu lintas kapal yang singgah dan berlayar. Penduduk asli di Pulau ini merupakan orang rantauan dari Suku Bugis. Maka tak heran, dapat dijumpai beberapa rumah panggung di sana.
Jangan sampai kelewatan mencicipi hidangan ikan bakar bumbu kuning, ditambah nikmatnya meneguk kelapa muda di pinggir pantai. Penduduknya pun selalu ramah saat ada pelancong yang singgah. Terutama bagi para ekspedisi pulau, mereka membantu para masyarakat dalam 3 segi kehidupan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Mayoritas penduduk Pulau Sebira bekerja sebagai nelayan, namun saat ini banyak juga yang bekerja di kantor daerah Kepulauan Seribu. Keindahan laut yang terpandang pun membuat para wisatawan takjub, ditambah indahnya melihat matahari tenggelam di penghujung hari. Penangkaran penyu di sana juga menjadi alasan kenapa wisatawan harus menambahkan Pulau Sabira sebagai list destinasi liburan.
Kemudian, kegiatan snorkeling pun menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Sabira. Karang-karang laut yang ada sangat menarik perhatian untuk dipandang. Wisatawan dapat memilih dua pilihan alternatif menuju pulau Sabira; perahu nelayan dengan jarak tempuh 8jam dari Muara Angke atau kapal khusus yang telah disiapkan Pemkot DKI dalam mengupayakan wisata di Pulau Sebira, jarak tempuh 2 sampai 3 jam.(Ega.Foto.Humas Kepulauan Seribu)
