Maggha Kareneya gadis berhati malaikat

Tak tega dengan bayi-bayi terlantar yang dibuang oleh orang tuanya, Maggha Kareneya pun meminta izin kepada ibunya Vivi Monata Sandra Tendean untuk membuat yayasan yang bisa menampung para bayi tersebut.

Menurut Maggha seperti dikutip dari Popmama pada 20 Januari 2021, kisah itu terjadi pada saat Maggha menghadiri pesta ulang tahun adiknya yang digelar di sebuah Yayasan Yatim Piatu di Bali.

Di yayasan itu, Maggha yang kala itu baru berusia 14 tahun melihat banyak sekali bayi-bayi yang lahir tanpa orang tuanya.Hatinya pun menjadi tergugah dan meminta izin kepada ibunya untuk merawat bayi-bayi terlantar tersebut.

Sang ibu pun menganggap pernyataan Maggha hanya guyonan belaka.Namun, karena terus diutarakan dengan konsisten, Vivi, ibunya akhirnya melakukan riset dan membantu Maggha mengurus izin ke dinas sosial.

Izin untuk yayasan yang diberi nama Metta Mama dan Maggha itu keluar, tapi baru resmi beroperasi Maret 2015. Maggha pun memilih keputusan besar, ia berhenti sekolah umum dan melanjutkan homeschooling agar bisa mengurus yayasan yang menampung bayi-bayi tersebut.

Yayasan yang didirikan Maggha ini resmi berdiri saat usianya masih 17 tahun. Meski masih belia, pikiran dan hati Maggha menuntunnya ingin memberikan kehidupan yang layak dan sepatutnya untuk bayi-bayi kurang beruntung itu.

” Meski bayi-bayi tersebut dibuang atau ditelantarkan, mereka harus tahu bahwa mereka dicintai meski bukan oleh orangtuanya sendiri,” ucap Maggha.

Maggha juga ingin mereka tumbuh di lingkungan yang mendukung mereka secara baik jiwa dan raganya, sehingga tidak ada trauma untuk kehidupan masa dewasanya.

Pada tahun 2018 yayasan ini telah berhasil menyelamatkan 42 bayi. Sekitar 11 bayi sudah dikembalikan pada orangtuanya, 16 telah diadopsi, dan 15 masih tinggal di yayasan. Kesehatan mereka pun terjamin karena ada 12 bidan yang standby 24 jam/tiga kali shift satu hari.(Hs.Foto.dok.Pribadi)

Related posts