Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa seni rupa memiliki peran penting sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah, kata Fadli, akan terus mendukung gelaran seni rupa kontemporer seperti Art Jakarta 2025 maupun agenda serupa lainnya melalui regulasi serta dukungan nyata.
“Tentunya ini juga selaras dengan visi ekonomi nasional menjadikan kreatifitas sebagai pilar pembangunan nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (4/10).
Menurutnya, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendorong pertumbuhan sektor seni rupa melalui kebijakan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem. Hal tersebut juga dilakukan dengan mendorong kolaborasi antara seniman, institusi pendidikan, pemerintah, mitra swasta, hingga media.
Fadli menambahkan, seni rupa bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas bangsa, memperluas jejaring internasional, dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.
“Ke depan, industri kreatif akan berkembang pesat lewat Cultural and Creative Industry (CCI). CCI ini akan menjadi terminologi yang semakin sering kita dengar karena lebih sustainable dan menjadi engine for growth,” jelasnya.
Terkait potensi sumbangan CCI terhadap perekonomian nasional, Fadli bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan. Pasalnya, subsektor ekonomi kreatif sangat beragam dan membutuhkan kajian mendalam.
“Kalau kita lihat dari event seni rupa saja sudah menghasilkan dampak ekonomi. Belum lagi musik, film, dan tari yang juga membuka lapangan pekerjaan dari seniman, manajemen, kurator, hingga tim pendukung lainnya. Ekonomi budaya ini akan menjadi tren ke depan karena memiliki sustainability,” ucapnya.
